Irnadi Kusuma Siap Genjot Investasi NTB
Nusa Tenggara Barat - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, menyatakan tekadnya untuk meningkatkan investasi di daerah dengan sasaran yang tinggi mencapai Rp61,09 triliun pada tahun 2025.
Baca juga: Aksi Viral Kepala Kanwil Kemenag NTB Melempar Stand Mic, Inilah Penjelasan dan Tanggapan Masyarakat.
Target yang ditentukan oleh Kementerian Investasi dianggap sebagai suatu tantangan yang signifikan, meskipun angkanya lebih rendah dari yang sebelumnya dan ditetapkan tanpa adanya koordinasi sebelumnya.
Baca juga: Minuman Khas NTB yang Harus Dicicipi: Dari Es Rumput Laut hingga Kopi Tambora
Meskipun demikian, Pemprov NTB tetap bersiap untuk melaju dengan strategi meningkatkan iklim investasi, mengidentifikasi hambatan, serta memberikan kemudahan bagi para investor lokal maupun asing.
Baca juga: Keunikan Masakan Khas NTB: Dari Ayam Taliwang Sampai Plecing Kangkung
"Target ini memang menantang, namun kita tidak boleh menyerah. Sebaliknya, ini harus menjadi dorongan untuk meningkatkan lingkungan investasi di NTB agar lebih baik dan menarik." tegas Irnadi Kusuma setelah diambil sumpah pada pertengahan September 2025.
Sektor Wisata dan Pertanian menjadi fokus utama. Melalui investasi yang signifikan, ekonomi NTB diperkirakan akan meningkat pesat, peluang kerja baru akan muncul, infrastruktur pendukung semakin maju, dan para pelaku usaha lokal akan mendapatkan manfaat melalui kerja sama dengan investor besar.
Meskipun demikian, pemerintah setempat juga menekankan beberapa bahaya, mulai dari kewajiban untuk mempekerjakan pekerja lokal, kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan, sampai pembagian keuntungan investasi agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Realisasi investasi sebesar Rp61,09 triliun ini sedang dalam persiapan sejak kuartal ketiga tahun 2025, diawali dengan perbaikan suasana investasi dan kerjasama antara berbagai pihak.
Pemerintah pusat, melalui Kementerian Investasi dan BKPM, akan terus melakukan pengawasan, sedangkan investor swasta dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat berperan sebagai penggerak utama.
Apabila berhasil, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan tingkat investasi, tetapi juga memperkuat NTB sebagai tujuan utama pariwisata dan pusat penghasil pertanian di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: