INDOZONE.ID - Nusa Tenggara Barat tengah mengalami waktu yang krusial. Wilayahnya menyimpan kekayaan mineral yang dapat berfungsi sebagai pendorong perekonomian daerah, namun juga mengandung bahaya jika dikelola tanpa panduan yang jelas. Solusinya terletak pada kemitraan.
Pemerintah regional, perusahaan pertambangan baik dalam negeri maupun luar negeri, serta komunitas setempat diharuskan untuk berkumpul bersama. Peraturan yang tegas dan terbuka harus menjamin bahwa investasi tidak hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga berkomitmen untuk membangun masa depan.
Lebih dari sekadar angka keuntungan, aktivitas pertambangan di NTB wajib memberikan dampak yang signifikan: pemberdayaan bagi masyarakat setempat, penciptaan peluang kerja, serta peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan.
Di sisi lain, aspek keberlanjutan lingkungan tidak bisa ditawar. Penggunaan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan, kolaborasi riset dengan institusi pendidikan, dan pemulihan lahan setelah kegiatan tambang merupakan hal yang mutlak.
Pertanyaan yang masih ada adalah: apakah NTB mampu menggunakan sektor pertambangan sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan, atau malah terjebak dalam pola eksploitasi yang tidak teratur? Solusi atas pertanyaan tersebut tergantung pada sejauh mana kerja sama dapat terwujud dengan nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Di Media Sosial