Nusa Tenggara Barat - Warga Kota Mataram akhir-akhir ini merasa khawatir karena sulitnya memperoleh tabung LPG 3 kilogram atau gas melon. Di beberapa daerah, seperti Karang Genteng dan Kekalik, antrian yang panjang sering terlihat setiap harinya. Banyak warga harus mengunjungi berbagai lokasi hanya demi mencari satu tabung gas melon yang kini semakin sulit dijumpai.
Kekurangan ini memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas sehari-hari. Gas melon merupakan kebutuhan penting untuk memasak, khususnya bagi rumah tangga kecil. Tanpa persediaan yang memadai, banyak kegiatan di dapur masyarakat terganggu.
Baca juga: Gubernur NTB Memperkenalkan Ide Baru BUMD: Peluncuran NTB Capital dan Holding Bank NTB Syariah.
Pemerintah daerah beserta aparat terkait, seperti Polsek Mataram dan Dinas Perdagangan, telah secara langsung melakukan pemeriksaan mendadak ke pangkalan dan distributor. Namun, tindakan tersebut belum sepenuhnya dapat mengatasi kelangkaan karena pasokan masih terbatas, sementara permintaan terus meningkat.
Beberapa faktor berkontribusi pada terjadinya krisis gas melon ini. Bermula dari penggunaan yang tidak sesuai, tindakan penimbunan dan pencampuran, hingga distribusi yang tidak merata. Banyak tabung subsidi sebenarnya digunakan oleh kelompok yang bukan menjadi target, seperti perusahaan besar dan rumah tangga yang mampu, sehingga persediaan cepat habis.
Baca juga: Kolaborasi Pertambangan: Masa Depan NTB di Persimpangan Jalan
Pemerintah Kota Mataram telah meminta Pertamina untuk meningkatkan pasokan darurat dengan menambah sekitar 7 ribu tabung LPG 3 kilogram. Diharapkan, tindakan ini dapat menstabilkan keadaan dan mengurangi antrian masyarakat.
Walaupun demikian, pemerintah juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Distribusi gas melon diharapkan dapat berlangsung secara merata agar kebutuhan rumah tangga kecil dapat terpenuhi sepenuhnya.
Baca juga: Diskon 50% tiket MotoGP Mandalika 2025 khusus warga NTB, Tunjukan KTP Anda Sekarang Juga!
Kekurangan gas melon di Mataram saat ini menjadi isu penting yang membutuhkan solusi berkelanjutan, terutama dalam peningkatan pengelolaan distribusi dan pengawasan agar subsidi dapat tepat sasaran. Tanpa tindakan yang jelas, masyarakat akan terus terkurung dalam antrian panjang untuk mendapatkan satu tabung gas melon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Sendiri, Amatan, & Media