Komitmen AMMAN Menjaga Lingkungan di Tambang Batu Hijau(Sumber:Youtube/NTB SATU)
NTB - Menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam operasional industri pertambangan modern. Hal itulah yang terus dilakukan AMMAN melalui berbagai program pengelolaan lingkungan di Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat.
Komitmen ini tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem untuk generasi mendatang.
Salah satu sosok yang berada di balik upaya tersebut adalah Jorina Waworuntu, Head of Environment Department AMMAN.
Baginya, lingkungan bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan ruang hidup yang harus dijaga bersama. Selama lebih dari dua dekade bekerja di Batu Hijau, ia meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan lahir dari komitmen seluruh pihak.
Baca juga: NTB Institute Dorong Evaluasi Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, Bukan Penghentian
AMMAN terus menjalankan reklamasi lahan sebagai bagian dari tanggung jawab pascatambang. Hingga akhir 2025, perusahaan telah mereklamasi sekitar 859 hektare lahan, termasuk capaian reklamasi terbesar sepanjang sejarah operasional Batu Hijau.
Proses reklamasi dilakukan secara bertahap, mulai dari penyelamatan tanah, penataan lahan, pengendalian erosi, penanaman vegetasi penutup, hingga pemeliharaan tanaman.
Langkah tersebut bertujuan mengembalikan fungsi ekologis kawasan bekas tambang sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.
Selain reklamasi, AMMAN juga memperkuat penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp yang berkontribusi mengurangi emisi karbon setiap tahunnya.
Di sisi lain, pengelolaan lingkungan juga diperkuat melalui rehabilitasi daerah aliran sungai, program perhutanan sosial, konservasi penyu di pesisir selatan Sumbawa, hingga pelestarian kawasan laut Gili Balu.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan memerlukan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
AMMAN juga membangun fasilitas desalinasi untuk menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau serta memanfaatkan teknologi citra satelit guna memantau kondisi lingkungan secara lebih akurat.
Menurut Jorina, teknologi dan infrastruktur tidak akan berjalan maksimal tanpa kesadaran manusia. Ia mengajak seluruh karyawan membangun budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti menghemat energi, menggunakan air secara bijak, mengurangi limbah, serta menjaga kebersihan area kerja.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan kelestarian alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/NTB SATU