Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 JULI 2026 • 10:54 WIB

Menjelajahi Kekayaan Ragam Budaya dan Tradisi Unik Empat Suku di NTB

Menjelajahi Kekayaan Ragam Budaya dan Tradisi Unik Empat Suku di NTBRumah Adat Suku Sasak (lomboksumbawatourism.ntbprov.go.id)

NTB- Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menyimpan kekayaan kultural yang luar biasa. Terbentang di antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, wilayah ini menjadi rumah bagi berbagai kelompok masyarakat yang hidup berdampingan dengan menjaga warisan leluhur mereka. Jika kita menelisik lebih dalam, terdapat empat suku utama yang membentuk identitas kebudayaan unik di tanah NTB.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai karakteristik, sejarah, dan tradisi unik dari masing-masing suku tersebut.

1. Suku Sasak
Suku Sasak merupakan penduduk asli sekaligus etnis mayoritas yang menempati Pulau Lombok. Masyarakat Suku Sasak dikenal sangat memegang teguh tradisi leluhur mereka, bahkan sebagian kecil di antaranya masih menjalankan ritual penghormatan terhadap roh leluhur. Secara historis, asal-usul Suku Sasak diperkirakan mendapat pengaruh kuat atau migrasi yang kemungkinan berasal dari Jawa, Bali, Makassar, dan Sumbawa—meskipun nenek moyang mereka belum tentu berasal dari keempat etnis tersebut secara mutlak.

Nama "Sasak" sendiri sering dikaitkan dengan filosofi sak sak sampan . Suku ini sangat kaya akan adat istiadat yang eksotis dan mendunia. Beberapa tradisi ikonik yang masih lestari hingga kini antara lain kawin culik, ritual berburu cacing laut warna-warni Bau Nyale, hingga tradisi saling melempar ketupat sebagai simbol perdamaian dalam Perang Topat.

Baca juga:  Tari Tradisional Suku Sasak Sambut Wisatawan, Pesona Budaya Lombok yang Memikat


2. Suku Bayan
Suku Bayan sebenarnya merupakan bagian dari kesatuan masyarakat Suku Sasak, namun memiliki karakteristik adat yang sangat spesifik dan berpusat di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Di wilayah ini, sendi-sendi adat istiadat kuno masih dipraktikkan secara kental dan murni. Salah satu keunikan Suku Bayan adalah eksistensi sebagian masyarakatnya yang menganut sistem kepercayaan Islam Wetu Telu, sebuah sinkretisme ajaran Islam dengan tradisi lokal kuno.

Dalam arsitektur tata ruangnya, Suku Bayan memiliki tradisi membangun Berugaq. Ini adalah bangunan terbuka mirip gazebo yang posisinya sengaja diletakkan di antara rumah-rumah tinggal. Berugaq berfungsi sebagai ruang publik mini untuk menyambut tamu, bermusyawarah, atau melakukan berbagai aktivitas sosial dengan orang-orang di luar keluarga inti.

3. Suku Sumbawa
Beralih ke Pulau Sumbawa, terdapat Suku Sumbawa yang juga akrab dikenal dengan nama Suku Samawa. Kelompok masyarakat ini mendiami wilayah Pulau Sumbawa, khususnya di bagian barat dan tengah. Tabir sejarah mengenai asal-usul Suku Samawa banyak terungkap melalui kombinasi cerita mitos lokal, legenda rakyat, serta catatan kronik kuno dari kawasan luar yang berinteraksi dengan pulau ini pada masa lampau.

Baca juga: Liburan ke Desa Sade Lombok: Wisata Budaya Unik Suku Sasak


Masyarakat Samawa memiliki ikatan yang kuat dengan alam dan hewan ternak, yang tercermin dari ragam tradisi mereka. Beberapa tradisi besar Suku Sumbawa yang terkenal adalah ritual adat Pasaji Ponan, balapan kerbau lumpur Barapan Kebo, seni bela diri tradisional Karaci, serta ritual pembuatan minyak obat tradisional yang disebut Malala.

4. Suku Dompu
Masih di Pulau Sumbawa, tepatnya di kawasan perbukitan Kabupaten Dompu bagian timur, terdapat Suku Dompu. Wilayah yang mereka diami ini secara historis merupakan lokasi berdirinya Kerajaan Dompu, salah satu kerajaan tertua dan berpengaruh di pulau tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Suku Dompu menggunakan bahasa Mbojo sebagai alat komunikasi utama mereka.

Sebagai suku yang berada di jalur perlintasan strategis masa lalu, kebudayaan Suku Dompu merupakan hasil akulturasi dan interaksi yang dinamis dengan kebudayaan Bali, Sasak, serta Melayu. Perpaduan unsur-unsur ini bersemi di tengah bentang alam perbukitan Dompu, melahirkan karakter masyarakat yang tangguh sekaligus kaya akan nilai-nilai historis.

Keragaman dari keempat suku ini menegaskan bahwa NTB bukan hanya sekadar destinasi wisata alam yang indah, melainkan sebuah mosaik kebudayaan hidup yang terus dirawat dengan penuh kebanggaan oleh generasi ke generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/ @Munkar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menjelajahi Kekayaan Ragam Budaya dan Tradisi Unik Empat Suku di NTB

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!