Menu MBG yang kerap mendapat komplain(Sumber:Youtube/NTB SATU)
NTB - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di berbagai daerah terus menjadi perhatian masyarakat.
Di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, sejumlah penerima manfaat mulai menyampaikan keluhan terkait menu makanan yang dianggap kurang bervariasi.
Meski demikian, pihak pelaksana menegaskan bahwa penyusunan menu harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan secara nasional.
Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Lombok Timur Dapur 2 Sembalun, Lalu Hergi Rinaldi, menjelaskan bahwa menu MBG disusun berdasarkan master menu yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga keseragaman program, mempermudah perencanaan anggaran, serta memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar di seluruh Indonesia.
Menurutnya, setiap satuan pelaksana wajib menyusun rencana menu bulanan sesuai pedoman yang telah ditentukan.
Karena itu, ruang untuk melakukan perubahan menu secara bebas menjadi cukup terbatas.
Baca juga: Lombok Timur Targetkan 2.000 Rumah Terima BSPS 2026, Usulkan 19 Ribu RTLH ke Pemerintah Pusat
Beberapa siswa dan penerima manfaat menilai menu MBG yang disajikan cenderung berulang sehingga menimbulkan rasa bosan.
Keluhan paling banyak berkaitan dengan jenis lauk atau sumber protein yang disajikan dalam periode tertentu.
Selain itu, terdapat beberapa bahan pangan yang saat ini tidak masuk dalam daftar menu nasional.
Salah satunya adalah ikan laut yang untuk sementara belum dapat digunakan dalam program,kondisi tersebut membuat pilihan bahan makanan menjadi lebih terbatas dibanding sebelumnya.
Meski menerima berbagai masukan dari lapangan, pihak SPPG tetap harus mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
Untuk mengatasi kejenuhan siswa, SPPG Sembalun mencoba menghadirkan variasi melalui cara pengolahan makanan.
Walaupun bahan utama tetap mengikuti master menu, penyajian makanan dapat dimodifikasi agar lebih menarik dan disukai penerima manfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/NTB SATU