Budaya Lombok di Desa Sade dan Kampung Tenun Sukarara(Sumber:Youtube/EkkAwan)
NTB - Lombok tidak hanya terkenal dengan pantai eksotis dan keindahan alamnya.
Pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga menyimpan kekayaan budaya yang masih terjaga hingga sekarang.
Salah satu cara terbaik untuk mengenal budaya lokal adalah dengan mengunjungi Desa Sade dan Kampung Tenun Sukarara, dua destinasi wisata budaya yang menjadi ikon masyarakat Suku Sasak.
Perjalanan budaya ini dimulai dari Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid.
Sesampainya di Lombok, suasana khas daerah langsung terasa melalui ornamen budaya Sasak yang menghiasi berbagai sudut bandara.
Hal ini menjadi sambutan hangat bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat setempat.
Baca juga: Danau Air Asin Satonda, Surga Tersembunyi di Sumbawa yang Penuh Pesona dan Misteri
Desa Sade merupakan salah satu desa adat yang masih mempertahankan tradisi leluhur hingga saat ini.
Saat memasuki kawasan desa, kamu akan melihat rumah-rumah tradisional yang dibangun menggunakan bambu, kayu, dan atap alang-alang.
Keunikan lainnya terdapat pada lantai rumah yang dibuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau.
Meski terdengar tidak biasa, cara ini dipercaya mampu membuat lantai lebih kuat serta menghindarkan rumah dari serangga dan rayap.
Masyarakat Desa Sade hidup dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong dan menghormati aturan adat.
Berbagai tradisi masih dijalankan, termasuk Peresean, yaitu pertunjukan adu ketangkasan menggunakan rotan yang melambangkan keberanian dan sportivitas.
Selain itu, perempuan Sasak di Desa Sade terkenal memiliki kemampuan menenun kain songket.
Bahkan dalam tradisi setempat, seorang gadis dianggap telah dewasa ketika mampu menenun kain hasil karyanya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/NTB SATU