Kamis, 04 JUNI 2026 • 23:16 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Tengah

Author

gedung Ponpes Rosyidatushaulatiyyah Al-Ibrahimi NW(Sumber:Youtube/NTB SATU)


NTB - Lombok Tengah kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan kasus pembakaran yang menimpa tiga santri di Pondok Pesantren Rosyidatushaulatiyyah Al-Ibrahimi NW, Kecamatan Batukliang.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa yang terjadi pada akhir tahun 2025 tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, mengungkapkan bahwa penyidik telah mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang terkait.

Pada Rabu, 3 Juni 2026, polisi melakukan interogasi terhadap salah satu korban yang masih hidup beserta ayahnya.

Selain meminta keterangan, petugas juga mendokumentasikan kondisi luka yang dialami korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi kejadian dan penyebab luka bakar yang dialami para santri.

Baca juga: Dua Mantan Kadis DLH Lombok Tengah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Dump Truck

Polisi Kumpulkan Keterangan Saksi

Menurut kepolisian, terdapat tiga santri yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Namun hingga kini, polisi belum mendatangi pihak pondok pesantren untuk meminta keterangan secara resmi.

Terkait informasi yang menyebutkan adanya korban yang meninggal dunia, penyidik masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara cepat dan menyeluruh guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk mengungkap fakta berdasarkan bukti dan keterangan saksi yang telah dikumpulkan.

Ponpes Bantah Ada Penyiraman Bensin

Di sisi lain, pihak Pondok Pesantren Rosyidatushaulatiyyah Al-Ibrahimi NW membantah tudingan bahwa para santri menjadi korban penyiraman bensin sebelum terbakar.

Ketua Yayasan Rosyidatushaulatiyyah Al-Ibrahimi NW, TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan yang terjadi saat beberapa santri bermain api menggunakan bensin di dalam sebuah ruangan bekas kamar pengasuh.

Menurut penjelasannya, bensin awalnya dibeli atas permintaan salah seorang santri dan digunakan untuk membakar kayu ketapel agar lebih lurus.

Saat proses itu berlangsung, botol bensin yang berada di dekat sumber api diduga tersenggol hingga menyebabkan kobaran api membesar dengan cepat.

Akibat kejadian tersebut, tiga santri mengalami luka bakar, sementara dua santri lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari ruangan.

Korban Sempat Dirawat di Puskesmas

Setelah insiden terjadi, para korban langsung mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Aik Dareq untuk menjalani perawatan awal.

Selanjutnya, atas kesepakatan keluarga, korban dirujuk ke fasilitas kesehatan di Praya guna mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi berupaya memastikan apakah insiden tersebut merupakan kecelakaan murni seperti yang disampaikan pihak pondok pesantren atau terdapat unsur lain yang perlu diproses secara hukum.

Baca juga: Pasar Karang Sukun, Surga Pakaian Branded Murah di Kota Mataram Lombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/NTB SATU

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU