Presiden RI Prabowo Subianto saat meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih (Istimewa)
NTB - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Ahmad Mashyuri, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan 106 Kopdes aktif hingga Oktober 2025, dengan prioritas utama menyasar desa-desa kategori miskin ekstrem.
“Kami akan koneksikan koperasi dengan mitra seperti Bulog dan lainnya. Ini bukan soal bantuan, tapi membangun ekosistem usaha yang sehat,” tegas Mashyuri.
Ia juga menekankan bahwa koperasi harus mampu bersaing dengan ritel modern melalui harga yang kompetitif, pelayanan baik, dan akses mudah.
Sebagai informasi, Kopdes Kekeri, yang menjadi salah satu mock-up program, saat ini memiliki 68 anggota.
Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) telah digelar pada April lalu.
Modal awal koperasi ini sebesar Rp9 juta, berasal dari simpanan pokok sebesar Rp1 juta per anggota dan simpanan wajib Rp10.000 per bulan.
Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan hasil sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, termasuk partisipasi aktif dari Tim Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Instansi yang terlibat antara lain Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, Kementerian Keuangan, hingga BPKP, serta didukung oleh sejumlah BUMN seperti Bulog, Pertamina, Mandiri, BRI, BNI, Telkom, PLN, ID FOOD, Biofarma, Kimia Farma, dan lainnya.
Peluncuran KDMP ini menandai komitmen nasional dalam memperkuat ekonomi desa berbasis kelembagaan koperasi yang mandiri, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat akar rumput.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan