Jumat, 11 JULI 2025 • 20:53 WIB

Pemprov NTB Revisi SOP Pendakian Rinjani

Author

Bukit Anak Dara, salah satu seven summits Rinjani


NTB
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera merevisi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian Gunung Rinjani.

Langkah ini diambil setelah insiden meninggalnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh di kawasan Rinjani pada Juni lalu.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa revisi SOP ini menjadi bagian dari komitmen Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam mewujudkan pariwisata yang aman dan berkualitas, khususnya di kawasan Rinjani.

“Kita bicara konsep pariwisata berkualitas di Rinjani. Tujuannya, memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang akan mendaki Rinjani,” ujarnya.

Sebelum dilakukan perubahan, SOP yang saat ini berlaku akan diaudit terlebih dahulu untuk mengidentifikasi titik-titik kelemahan.

Fokus pembaruan mencakup prosedur evakuasi, peningkatan fasilitas pendakian, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga pembentukan posko terpadu di jalur pendakian.

Mitigasi bencana juga akan diperkuat dalam SOP baru. Dalam waktu sebulan ke depan, Pemprov akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang terdiri dari berbagai unsur untuk menyusun revisi tersebut.

“Kebetulan dengan kejadian ini banyak pemerhati yang ingin berkontribusi. Maka perlu ada up skill kompetensi evakuasi. Perlu ada sertifikasi untuk tim rescue, itulah yang akan kita danai juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, SOP terbaru tidak hanya fokus pada keselamatan, tetapi juga akan memuat aspek pelestarian sosial budaya masyarakat sekitar.

Tim rescue khusus akan dibentuk dan dilatih secara profesional, dilengkapi dengan sertifikasi resmi.

“Banyak pihak yang kini ingin berkontribusi. Maka kita akan tingkatkan kompetensi evakuasi dan siapkan pendanaan untuk sertifikasi tim rescue,” tegasnya.

Pokja penyusun SOP akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Pemda, TNI/Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, guide, porter, relawan, hingga masyarakat lingkar Rinjani.

Para pemandu wisata juga akan dibekali pelatihan medis dasar sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas tanggap darurat.

“Jadi misalnya ada kejadian, minimal bisa melakukan penanganan awal. Harapan kita dalam satu bulan ini mulai melakukan perbaikan SOP ini sambil jalan,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rima Dwira

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU