Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 01 JULI 2025 • 21:20 WIB

Ratusan Pemandu Rinjani Belum Tersertifikasi

Ratusan Pemandu Rinjani Belum TersertifikasiBukit Anak Dara, salah satu seven summits Rinjani

NTB – Imbas meninggalnya WNA asal Brasil, Juliana Marins (27) di kawasan Cemara Nunggal menuju puncak Rinjani pada Sabtu (21/6/2025) lalu, seluruh instansi mulai menyoroti pengelolaan taman nasional ini.

Ditemukan adanya persoalan terkait keberadaan guide atau pemandu di gunung tertinggi nomor tiga di Indonesia ini. 

Berdasarkan penuturan Sekertaris Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, Imam Firmansyah, terungkap bahwa dari total 621 pemandu yang beraktivitas di Rinjani, masih ada ratusan yang belum mengantongi sertifikasi nasional.

“Bahwa gaet yang beroperasi itu jumlahnya 621, dari 621 itu yang memiliki sertifikasi kompetensi untuk pemandu wisata gunung baik dia sertifikat lisensi yang sudah mati  atau masih hidup dan yang tergabung APGI 321, berarti 300 sisanya belum kan," jelasnya, Selasa, 1/07/2025.

Ia menambahkan, meskipun 321 guide tergabung dalam Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), tidak semuanya tercatat dalam data resmi BTNGR.

 “Secara data, tapi secara anggota APGI tidak semuanya masuk dalam data taman nasional, paling yang masuk itu ada sekitar 200 lah, berarti sisanya tinggal 400, itu yang belum tersertifikasi,” sambungnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya mendorong Pemprov NTB, bersama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) untuk memiliki sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Karena ini pemandu merupakan profesi, pemandu itu harus punya SKKNI dong, aturan terbaru kementerian tenaga kerja yang namanya profesi dan minat khusus dia harus punya sertifikasi, kenapa bisa di rinjani ada guide yang tidak tersertifikasi," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa menurut aturan terbaru dari Kementerian Tenaga Kerja, setiap profesi dan minat khusus wajib memiliki sertifikasi kompetensi. Hal ini menjadi keharusan bagi pemandu wisata yang bekerja di kawasan konservasi seperti Rinjani.

“Tadi juga dalam rapat, Pemprov mendorong Dinas Pariwisata dan TNGR untuk secepatnya menandakan sertifikasi untuk para guide, kalau bisa tahun ini dan disanggupi oleh Dispar dan anggarannya ada tahun ini,” pintanya.

Berdasarkan data terakhir, sertifikasi  dilakukan tahun 2017 oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB dengan 200 peserta. Pada 2023, BTNGR menyertifikasi 50 orang, sementara Dinas Pariwisata Lombok Tengah mencatat 40 peserta.

“Wajib seorang guide harus punya sertifikasi,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ratusan Pemandu Rinjani Belum Tersertifikasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!