Tari Lenggo. (http://myindonesiann.blogspot.com) NTB - Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan berbagai keindahan. Enggak hanya alamnya yang eksotis tetapi ada banyak warisan seni yang memukau, contohnya adalah tari-tarian. Setidaknya ada 10 tarian tradisional NTB yang kerap ditampilkan dalam pertunjukan seni, acara adat, hingga untuk kepentingan pariwisata.
Tari Lenggo berasal dari Bima dan merupakan peninggalan Kerajaan Bima. Tarian ini dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan memakai pakaian adat Bima. Biasanya digunakan untuk menyambut tamu penting.
Tari Oncer menceritakan tentang peperangan. Tarian ini terdiri dari beberapa bagian yang menggambarkan suasana saat perang hingga setelah perang selesai. Pertunjukan biasanya ditutup dengan gendang beleq.
Baca juga: Tari Dedare Nyesek, Warisan Langka dari Lombok
Tarian ini berasal dari zaman Kerajaan Selaparang dan menceritakan prajurit yang sedang berperang. Penari membawa tombak, pedang, dan tameng. Tari ini banyak ditemukan di daerah Sembalun.
Tari Pakon digunakan sebagai bagian dari ritual pengobatan tradisional. Tarian ini dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang dipercaya membantu proses penyembuhan orang sakit. Banyak ditemukan di Lenek, Lombok Timur.
Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan yang membawa kipas. Penari akan mengajak penonton laki-laki untuk ikut menari bersama sebagai bentuk hiburan dan pergaulan.
Baca juga: Tari Tradisional Suku Sasak Lombok, Daya Tarik Budaya yang Menyambut Wisatawan NTB
Tari Tandak Gerok menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat. Biasanya dibawakan untuk menunjukkan rasa gembira dan persatuan.
Tari asal Bima ini menggambarkan dua prajurit yang bertarung memakai tombak dan perisai. Tarian ini dibuat untuk mengenang perjuangan para prajurit zaman dahulu.
Tari Nguri adalah tarian penyambutan tamu dari Sumbawa. Dibawakan oleh penari perempuan dengan gerakan lembut yang melambangkan keramahan masyarakat NTB.
Baca juga: Tari Rebo Bontong, Warisan Budaya NTB yang Sarat Makna Tradisi
Tari Peresean adalah tradisi adu ketangkasan pria Suku Sasak. Dua orang pria bertarung memakai tongkat rotan dan tameng kulit kerbau untuk menunjukkan keberanian dan kejantanan.
Tarian khas Bima ini digunakan untuk menyambut tamu. Penari perempuan menari sambil menaburkan beras kuning sebagai tanda penghormatan dan harapan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scribd