Tari Peresean Sasak (Youtube/Serambinews)
NTB - Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga hingga sekarang.
Salah satu bentuk budaya yang paling mudah ditemui oleh wisatawan adalah tari tradisional Suku Sasak.
Setiap wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Desa Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, akan disambut dengan pertunjukan tari tradisional sebagai bentuk penghormatan.
Tarian ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sasak dan terus dipertahankan sebagai warisan leluhur.
Baca juga: Tari Rebo Bontong, Warisan Budaya NTB yang Sarat Makna Tradisi
Desa Sade dihuni sekitar 750 jiwa masyarakat Suku Sasak. Masyarakat di desa ini telah memeluk agama Islam sejak ratusan tahun lalu dan masih memegang kuat nilai adat serta tradisi.
Kehidupan sehari-hari mereka sangat erat dengan budaya, termasuk dalam menyambut tamu. Saat kamu berkunjung ke desa ini, pertunjukan tari tradisional bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan identitas dan kebanggaan masyarakat Sasak terhadap budaya mereka.
Salah satu tarian yang ditampilkan untuk menyambut wisatawan adalah Tari Peresean. Tarian ini dikenal sebagai tari perang atau tari tanding.
Dalam pertunjukan ini, dua petarung saling berhadapan menggunakan tongkat rotan sebagai senjata. Mereka juga membawa perisai atau tameng yang disebut ende.
Ende terbuat dari kulit kerbau yang dibentangkan pada kerangka kayu berbentuk segi empat. Meski terlihat keras dan penuh benturan, Peresean memiliki aturan dan nilai sportivitas yang dijunjung tinggi oleh para petarung.
Pertunjukan tari tradisional Suku Sasak diiringi oleh gamelan gendang beleq yang dimainkan secara rampak.
Instrumen gamelan yang digunakan terdiri dari gendang, reong, petuk, rencek, dan gong. Iringan musik ini memberikan ritme yang kuat dan membangkitkan semangat, baik bagi penari maupun penonton.
Suara tabuhan gamelan menjadi elemen penting yang menyatu dengan gerakan tari dan suasana pertunjukan.
Bagi wisatawan, menyaksikan tari tradisional Suku Sasak memberikan pengalaman budaya yang autentik. Kamu tidak hanya melihat pertunjukan seni, tetapi juga memahami nilai keberanian, kebersamaan, dan tradisi yang dijaga turun-temurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Serambinews