Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 JULI 2026 • 11:33 WIB

Profil Wisata Sejarah Museum Asi Mbojo di Kota Bima

Profil Wisata Sejarah Museum Asi Mbojo di Kota BimaMuseum Asi Mbojo (Humas Pemkot Bima / bimakab.go.id)

NTB -  Asi Mbojo (Istana Bima) kini berdiri sebagai Museum Bima yang juga merupakan monumen fisik dari kejayaan masa lalu. Bukan hanya sebagai pusat pemerintahan terdahulu, istana ini menjadi simbol identitas bangsa dan saksi bisu tempat berkibarnya bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di tanah Bima.

Istana Bima dibangun pada tahun 1927 dengan bangunan eksotik yang bergaya Eropa. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek berdarah Ambon Bernama Rahatta, yang diundang oleh pemerintah kolonial Belanda ke Bima. Pembangunan istana ini berlangsung hingga tahun 1929 yang dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat. Istana tersebut memiliki 2 lantai yang dikombinasikan antara arsitektur asli Bima dan Belanda.

Sebelum Asi Mbojo didirikan, menurut mitos setempat istana yang pertama kali dibangun adalah Istana Kaca saat masa pemerintahan Raja Indra Jamrud. Kemudian pada tahun 1820 juga dibangun Asi Mpasa oleh Sultan Ismail. Begitupun juga Asi Ntoi yang terletak berdampingan dengan Asi Bou dan Asi Mbojo. Konon katanya, Asi Bou atau yang dikenal istana baru ini merupakan bangunan darurat yang menjadi tempat tinggal sementara Sultan Muhammad Salahuddin beserta keluarganya Ketika Asi Mbojo dalam masa pembangunan.

Baca juga:  Daya Tarik Wastra NTB di Istana Dalam Loka: Museum Negeri NTB Mengadakan Pameran Keliling yang Penuh Arti


Luas halaman Istana Bima berkisar 500 meter persegi, yang mana ini menjadi bangunan paling indah dan megah pada masa kesultanan. Bangunan tersebut terletak diantara dua pintu gerbang timur dan barat yang dijaga oleh pasukan pengawal kesultanan. Di depan istana terdapat alun alun bernama Serasuba, yang merupakan tempat Raja tampil secara terbuka di depan rakyat pada saat-saat tertentu.

Selain sejarahnya yang menarik, terdapat beberapa pusaka peninggalan Kesultanan Bima yang sudah terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya. Empat benda tersebut adalah sebagai berikut:

1. Istana Kayu

Terletak di sisi Timur bangunan Utama Museum Asi Mbojo, berdiri Asi Bou. Dinamakan demikian karena proses pembangunan dilakukan setelah Istana Bima rampung pada akhir era 1920-an. Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Ibrahim yang secara khusus diperuntukkan bagi sang Putra Mahkota, Muhammad Salahuddin.

2. Mesjid Sultan Muhammad Salahuddin

Masjid yang dibangun oleh Sultan Abdul Kadim Muhammad Syah dengan Wajir Ismail pada tahun 1337 ini terletak di kampung Sigi. Tepatnya di sebelah selatan lapangan serasuba. Ini merupakan bukti sejarah keemasan Kesultanan Bima pada masanya.

Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Kerajaan Bima, dari Kerajaan Hindu Menjadi Kesultanan Islam

3. Serasuba

Serasuba ini merupakan tanah lapang yang digunakan sebagai tempat memberikan perintah oleh para Raja dan Sultan Bima secara turun menurun.

4. Keris Samparaja

Keris yang dibuat pada abad ke-16 saat pemerintahan Indera Zamrud. Pada gagang keris terdapat ukiran Sang Bima. Selain itu masih terdapat enam keris istimewa lain yang terbuat dari emas. Keris tersebut diantaranya dua keris Jena Teke (Putera Mahkkota) dan empat keris lain berasal dari Reo NTT yang mana ini salah satu daerah kekuasaan kerjaan bima.

Dengan keanekaragaman nilai historis, keunikan arsitektur dan kekayaan cagar budaya yang ada, tidak heran jika Asi Mbojo tetap menjadi ikon yang magnetis di Kota Bima. Warisan Kesultanan Bima ini akan terus berdiri menceritakan kisah kepahlawanan dan kejayaan masa lalu kepada setiap pasang mata yang datang berkunjung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Portal.bimakota.go.id, Bimakab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Profil Wisata Sejarah Museum Asi Mbojo di Kota Bima

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!