NTB - FORNAS 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri perhotelan pasca-pandemi.
Tingkat okupansi hotel yang sebelumnya masih rendah, kini meningkat tajam, bahkan permintaan menyebar ke kawasan pinggiran venue
Beberapa hotel bahkan sudah penuh sejak pertengahan Juli, menyusul kedatangan peserta, ofisial, keluarga, relawan, dan wisatawan dari 38 provinsi.
“FORNAS 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri perhotelan pasca-pandemi. Tingkat okupansi hotel yang sebelumnya masih rendah, kini meningkat tajam, bahkan permintaan menyebar ke kawasan pinggiran venue,” ujar Yusron.
Dampak ekonomi yang diharapkan dari gelaran FORNAS ini ditaksir mencapai Rp100 hingga Rp130 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor transportasi, akomodasi, UMKM, dan pariwisata.
Pemprov NTB juga memastikan seluruh moda transportasi siap mendukung kelancaran mobilitas peserta dan tamu.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 harus memberikan dampak nyata dan luas bagi masyarakat NTB.
Sebagai bagian dari upaya memaksimalkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, Pemprov NTB memutuskan untuk tidak menggunakan jasa Event Organizer (EO) dari luar daerah.
Seluruh proses penyelenggaraan akan dilakukan secara swakelola oleh pemangku kepentingan dan pelaku kreatif lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan