NTB - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal akan melakukan evaluasi tata kelola gunung rinjani. Mulai dari sistem penyelamatan, regulasi pendakian, hingga edukasi terhadap wisatawan.
Evaluasi ini menyusul jatuhnya WNA asal Brasil, Juliana Marins yang menjadi sorotan dunia.
“Kita mau review semuanya secara menyeluruh. Mulai dari sistem vertical rescue, kelengkapan peralatan, SOP, hingga penentuan jumlah pengunjung dan zonasi yang boleh dilalui,” tegas Miq Iqbal.
Iqbal juga menyambut baik gagasan pembentukan tim rescue berbasis lokal.
Menurutnya, masyarakat lokal seperti porter dan guide memiliki pemahaman medan yang lebih baik, dan menjadi solusi paling realistis untuk respons cepat dalam penanganan evakuasi.
“Justru yang paling siap itu masyarakat lokal. Mereka tiap hari ada di jalur. Mereka tahu betul titik-titik rawan, tahu jalan alternatif, dan secara fisik juga terbiasa,” kata Miq Iqbal.
Dia menegaskan, reformasi sistem pendakian tidak hanya bertujuan untuk mengurangi kecelakaan, tetapi juga memastikan pelestarian lingkungan Gunung Rinjani.
Selain sistem rescue, Gubernur juga menyoroti pentingnya edukasi bagi para pendaki, termasuk kebutuhan akan safety briefing yang wajib dilakukan sebelum pendakian.
“Kita perlu orang khusus yang memberikan safety briefing sebelum naik, bukan hanya guide,” katanya.
Ia juga menyampaikan pentingnya pemasangan signage atau rambu-rambu keselamatan dan larangan di berbagai titik jalur pendakian.
“Negara maju yang sudah bersih aja tetap pasang tulisan ‘don’t litter’ dan ancaman denda. Kita juga harus mulai ke sana,” kata Miq Iqbal.
Audiensi ini menjadi kolaborasi strategis antara Pemprov NTB dan komunitas rescue profesional untuk membangun sistem pendakian Rinjani yang aman, profesional, dan berdaya tahan tinggi.
“Kita tidak hanya bicara soal angka kunjungan wisata. Kita bicara soal keselamatan, kelestarian, dan martabat NTB. Kalau kita bisa benahi ini, saya yakin Rinjani akan tetap jadi ikon dunia, tapi juga jadi tempat yang manusiawi dan aman untuk semua,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan