Salat Idulfitri 1447 H di Kantor Gubernur NTB((Sumber:Youtube/SUARANTBcom))
NTB - Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Mataram berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Ribuan jemaah memadati kawasan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat sejak pagi hari untuk melaksanakan salat Idulfitri berjamaah.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas, bahkan saf jemaah meluber hingga ke ruas jalan di sekitar lokasi, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Salat Idulfitri dimulai tepat pukul 07.30 WITA dengan tertib.
Ustaz Haji Ahyat Muhsin bertindak sebagai imam, sementara khotbah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Adi Fadli.
Kehadiran Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, di tengah-tengah jemaah turut menambah kekhidmatan serta menunjukkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.
Baca juga: Kemeriahan Pawai Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H di NTB, Warga Tumpah Ruah Sambut Hari Kemenangan
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk melakukan perubahan diri.
Ramadan yang telah dilalui selama satu bulan penuh menjadi proses pembelajaran yang membentuk karakter, mulai dari melatih kesabaran, memperhalus akhlak, hingga menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Suasana Ramadan yang penuh makna seperti sahur bersama, lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan kebersamaan saat berbuka puasa memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
Dari pengalaman tersebut, kamu bisa merasakan bagaimana hubungan dengan Tuhan semakin kuat sekaligus mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan.
Menurutnya, kemenangan sejati di hari Idulfitri bukan hanya karena berhasil menjalankan ibadah puasa, tetapi ketika kamu mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan peduli terhadap orang lain.
Semangat Idulfitri diharapkan dapat menjadi energi positif dalam membangun daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/SUARANTBcom