Kamis, 22 JANUARI 2026 • 10:15 WIB

Tari Tradisional Suku Sasak Lombok, Daya Tarik Budaya yang Menyambut Wisatawan NTB

Author

Tari Peresean Sasak (Youtube/Serambinews)

NTBPulau Lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga hingga sekarang.

Salah satu bentuk budaya yang paling mudah ditemui oleh wisatawan adalah tari tradisional Suku Sasak.

Setiap wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Desa Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, akan disambut dengan pertunjukan tari tradisional sebagai bentuk penghormatan. 

Tarian ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sasak dan terus dipertahankan sebagai warisan leluhur.

Baca juga: Tari Rebo Bontong, Warisan Budaya NTB yang Sarat Makna Tradisi

Desa Sade dan Kehidupan Masyarakat Sasak

Desa Sade dihuni sekitar 750 jiwa masyarakat Suku Sasak. Masyarakat di desa ini telah memeluk agama Islam sejak ratusan tahun lalu dan masih memegang kuat nilai adat serta tradisi.

Kehidupan sehari-hari mereka sangat erat dengan budaya, termasuk dalam menyambut tamu. Saat kamu berkunjung ke desa ini, pertunjukan tari tradisional bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan identitas dan kebanggaan masyarakat Sasak terhadap budaya mereka.

Tari Peresean, Simbol Keberanian dan Ketangguhan

Salah satu tarian yang ditampilkan untuk menyambut wisatawan adalah Tari Peresean. Tarian ini dikenal sebagai tari perang atau tari tanding.

Dalam pertunjukan ini, dua petarung saling berhadapan menggunakan tongkat rotan sebagai senjata. Mereka juga membawa perisai atau tameng yang disebut ende.

Ende terbuat dari kulit kerbau yang dibentangkan pada kerangka kayu berbentuk segi empat. Meski terlihat keras dan penuh benturan, Peresean memiliki aturan dan nilai sportivitas yang dijunjung tinggi oleh para petarung.

Iringan Gamelan Gendang Beleq

Pertunjukan tari tradisional Suku Sasak diiringi oleh gamelan gendang beleq yang dimainkan secara rampak.

Instrumen gamelan yang digunakan terdiri dari gendang, reong, petuk, rencek, dan gong. Iringan musik ini memberikan ritme yang kuat dan membangkitkan semangat, baik bagi penari maupun penonton.

Suara tabuhan gamelan menjadi elemen penting yang menyatu dengan gerakan tari dan suasana pertunjukan.

Tari Tradisional sebagai Daya Tarik Wisata Budaya

Bagi wisatawan, menyaksikan tari tradisional Suku Sasak memberikan pengalaman budaya yang autentik. Kamu tidak hanya melihat pertunjukan seni, tetapi juga memahami nilai keberanian, kebersamaan, dan tradisi yang dijaga turun-temurun.

Tarian tradisional seperti Peresean menjadi bagian penting dari wisata budaya Nusa Tenggara Barat, sekaligus sarana pelestarian budaya agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi masa kini dan mendatang.

Keberadaan tari tradisional Suku Sasak yang ditampilkan di Desa Sade menunjukkan bahwa budaya masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Lombok.

Pertunjukan tari ini tidak dibuat-buat, melainkan tumbuh dari kebiasaan dan tradisi yang telah berlangsung lama. Musik gamelan yang mengiringi tarian serta atraksi Peresean menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari identitas Suku Sasak.

Bagi kamu yang berkunjung ke Lombok, menyaksikan tarian tradisional ini memberikan pengalaman yang lebih mendalam dibandingkan sekadar menikmati keindahan alam.

Kamu bisa melihat langsung bagaimana masyarakat menjaga tradisi, menghormati tamu, dan menampilkan budaya dengan penuh kebanggaan.

Tarian tradisional Suku Sasak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa budaya lokal memiliki nilai tinggi yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca juga: Mengenal Rumah Adat Limbungan, Jejak Budaya Tua di Lombok Timur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Serambinews

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU