Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 22 JANUARI 2026 • 06:05 WIB

Menjelajahi Rumah Adat Karang Bayan Lombok Barat: Sejarah, Filosofi, dan Tradisi

Menjelajahi Rumah Adat Karang Bayan Lombok Barat: Sejarah, Filosofi, dan TradisiRumah Adat Karang Bayan (Youtube/Dinda Qita)

NTBKalau kamu sedang mencari pengalaman wisata budaya di Lombok Barat, Desa Karang Bayan wajib masuk daftar kunjunganmu.

Di desa ini, rumah adat Karang Bayan menjadi saksi sejarah lebih dari 600 tahun kehidupan masyarakat Sasak.

Tidak hanya bangunannya yang unik, setiap sudut rumah adat ini menyimpan filosofi dan cerita yang kaya makna.

Baca juga: Keunikan Rumah Adat Suku Sasak Lombok yang Sarat Nilai Budaya

Sejarah dan Filosofi Rumah Adat

Rumah adat Karang Bayan berdiri sekitar 600 tahun lalu dan memiliki banyak ukiran khas yang menyimbolkan kearifan lokal.

Misalnya, ukiran bunga teratai yang melambangkan posisi ketua adat sebagai pembimbing masyarakat, serta ukiran “mata” yang menjadi simbol pengawasan dan hukum kehidupan.

Bahkan, ada ukiran rahang yang menjulang ke atas dan tumbuhan liar yang melambangkan alur kehidupan dan perkembangan masyarakat.

Filosofi ini membuat rumah adat bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga pusat budaya dan hukum adat.

Fungsi Rumah Adat

Rumah adat ini masih digunakan sebagai tempat menyelesaikan masalah adat yang tidak bisa diselesaikan di kantor desa.

Jadi, ketika terjadi perselisihan atau hal-hal penting dalam komunitas, masyarakat Karang Bayan masih mengandalkan rumah adat sebagai ruang musyawarah dan pengambilan keputusan.

Material dan Struktur Bangunan

Kamu pasti akan kagum saat melihat material rumah adat ini. Dasarnya dari tanah sari, dinding dari kayu nangka, atap dari alang-alang, dan usuk-usuknya dibuat dari bambu.

Tangga rumah adat memiliki tiga pijakan yang melambangkan fase kehidupan manusia: sejak dalam rahim ibu, lahir hingga dewasa, dan setelah meninggal.

Setiap tamu yang datang diminta menunduk sebagai bentuk hormat sebelum masuk, sesuai tradisi setempat.

Ruangan dan Fungsi

Di dalam rumah, terdapat empat ruangan utama: dua untuk tempat tidur dan dua lagi untuk menyimpan pusaka dan hasil panen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Dinda Qita

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menjelajahi Rumah Adat Karang Bayan Lombok Barat: Sejarah, Filosofi, dan Tradisi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!