Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 MEI 2026 • 10:57 WIB

Wisata Gunung Rinjani Makin Berkelas, Siapkan Strategi Geopark Bertaraf Dunia

Wisata Gunung Rinjani Makin Berkelas, Siapkan Strategi Geopark Bertaraf DuniaIlustrasi pengembangan wisata Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (AI Generated)
NTB - Ada yang berubah dari cara Nusa Tenggara Barat (NTB) memandang Rinjani. Bukan lagi semata-mata sebagai puncak yang harus ditaklukkan, melainkan sebagai rumah besar yang perlu dijaga bersama.

Pemerintah Provinsi NTB kini meletakkan konservasi sebagai pondasi utama dalam setiap langkah pengelolaan kawasan Geopark Rinjani di Pulau Lombok. Bagi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, gunung berapi ikonik ini menyimpan nilai yang jauh melampaui sekadar panorama indah melainkan juga lapisan geologis yang kaya sejarah, hingga akar budaya masyarakat yang mengalir dalam kehidupan sehari-hari.

"Rinjani bukan sekadar destinasi wisata. Ini adalah identitas, sumber kehidupan, sekaligus bagian dari warisan dunia. Tidak boleh ada kompromi terhadap kelestariannya," ujar Gubernur Iqbal di Mataram, Minggu (3/5/2026).

Baca juga: Pesona Pantai Kuta Mandalika, Ikon NTB yang Menawarkan Keindahan Alam

Komitmen itu tak hanya diucapkan. Pada Sabtu,  2 Mei 2026, sebuah ruang pengetahuan baru resmi hadir di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur yakni  Pusat Informasi Geopark Rinjani. Tempat ini dirancang sebagai simpul informasi yang menyatukan geologi, sejarah, budaya lokal, dan kehidupan warga dalam satu narasi besar.

Letusan dahsyat Gunung Samalas di masa lampau yang konon turut mengubah iklim dunia, menjadi salah satu kisah paling dramatis yang memperkuat posisi Rinjani sebagai laboratorium alam bertaraf global.

Namun Gubernur Iqbal menekankan, ambisi NTB bukan sekadar mempertahankan label bergengsi dalam jaringan UNESCO Global Geoparks. Yang ingin dibangun adalah kualitas pengelolaan yang sesungguhnya, di mana warga yang tinggal di sekitar kawasan ini bisa tumbuh sejahtera tanpa harus mengorbankan alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.

“Strategi jangka panjang pun disiapkan untuk  menjadikan Geopark Rinjani sebagai pusat pembelajaran dunia, destinasi wisata berkelanjutan, sekaligus contoh nyata bahwa pelestarian alam dan kesejahteraan ekonomi bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Baca juga: Alun-alun Kota Gerung Ramai, Bupati LAZ Disambut Hangat Keluarga Jemaah Haji

Capaian itu sudah mulai terlihat. Status Kartu Hijau UNESCO berhasil dipertahankan untuk kedua kalinya, kini untuk periode 2026–2030, sebuah pengakuan bahwa NTB mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kawasan ini sendiri membentang luas, mencakup lebih dari 20 geosite yang tersebar lintas kabupaten.

Di lapangan, Badan Pengelola Geopark Rinjani mendorong pertumbuhan ekonomi yang berakar dari potensi kawasan itu sendiri, mulai dari pengembangan desa wisata, penyelenggaraan acara bertaraf internasional, hingga pemberdayaan pelaku usaha kecil lokal.

General Manager Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono menjelaskan bahwa produk-produk lokal seperti tenun tradisional dan kuliner khas kini menjadi bagian dari rantai nilai taman bumi  memberikan dampak ekonomi yang nyata dan langsung dirasakan oleh penduduk setempat.

Rinjani, dengan segala kemegahannya, sedang diarahkan menjadi lebih dari sekadar tujuan perjalanan. Ia sedang dibentuk menjadi sebuah gaya hidup, satu cara membuktikan bahwa manusia dan alam bisa saling merawat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wisata Gunung Rinjani Makin Berkelas, Siapkan Strategi Geopark Bertaraf Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!