Sumber:(Youtube/Universal Studio TV)
NTB - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa keberhasilan Geopark Rinjani mempertahankan status UNESCO Global Geopark melalui raihan Green Card kedua menjadi bukti kuat pengakuan dunia.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan telah memenuhi standar internasional berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Dodol Rumput Laut: Camilan Khas Lombok dan Sumbawa yang Lezat dan Bergizi
Keberhasilan ini diperoleh setelah proses revalidasi internasional yang dilakukan oleh UNESCO di Paris pada 28 April 2026.
Menurut Ahsanul Khalik, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk validasi global atas kualitas tata kelola geopark yang berkelanjutan.
Geopark Rinjani kini tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata alam.
Kawasan ini telah berkembang menjadi pusat edukasi geologi, laboratorium alam, serta ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
Kamu bisa melihat bahwa peran geopark semakin luas, tidak hanya mendatangkan wisatawan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Mempertahankan status UNESCO Global Geopark dinilai lebih menantang dibandingkan meraihnya pertama kali.
Hal ini karena diperlukan konsistensi dalam menjaga kualitas pengelolaan serta peningkatan berkelanjutan di berbagai aspek.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
Pemerintah NTB telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan geopark.
Fokus utamanya meliputi peningkatan konservasi berbasis masyarakat, penguatan literasi geologi, pengembangan ekonomi lokal, serta integrasi mitigasi bencana dalam pengelolaan kawasan.
Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan manfaat bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/NTB SATU