Rabu, 21 JANUARI 2026 • 19:06 WIB

Uma Lengge, Rumah Adat Bima yang Menyimpan Jejak Budaya dan Butuh Perhatian

Author

Uma Lengge Bima (Youtube/Rachman Marangga)

NTBIndonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang sangat beragam.

Hampir setiap daerah memiliki ciri khas arsitektur tradisional yang mencerminkan cara hidup masyarakatnya.

Salah satu warisan budaya yang masih bertahan hingga saat ini adalah Uma Lengge, rumah adat khas Bima yang berada di Nusa Tenggara Barat.

Sayangnya, keberadaan Uma Lengge belum banyak mendapat perhatian, padahal nilai sejarah dan budayanya sangat tinggi dan layak dikenal lebih luas.

Baca juga: Macam-Macam Rumah Adat Sasak Lombok yang Masih Dilestarikan Hingga Kini

Apa Itu Uma Lengge?

Uma Lengge merupakan rumah tradisional masyarakat Suku Mbojo (Bima). Dalam bahasa setempat, kata uma berarti rumah, sedangkan lengge menggambarkan bentuk bangunan yang tinggi dengan atap runcing.

Rumah adat ini dibangun menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu, bambu, dan ilalang, yang menunjukkan kearifan lokal masyarakat Bima dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan.

Ciri Khas Arsitektur Uma Lengge

Jika kamu melihat Uma Lengge secara langsung, bentuknya terlihat sangat berbeda dibandingkan rumah modern.

Bangunan ini berdiri di atas tiang dan memiliki atap kerucut yang menjulang ke atas. Desain tersebut bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga memiliki fungsi penting.

Bagian atas rumah digunakan sebagai tempat menyimpan hasil panen, sementara bagian bawah dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari.

Selain itu, struktur rumah yang tinggi membantu melindungi penghuni dari gangguan hewan liar dan kelembapan tanah.

Sirkulasi udara di dalam rumah pun terasa lebih sejuk, meskipun berada di daerah dengan suhu yang cukup panas.

Nilai Budaya dan Filosofi

Uma Lengge bukan sekadar tempat tinggal. Rumah adat ini menyimpan nilai filosofi kehidupan masyarakat Bima, seperti kebersamaan, kerja sama, dan ketahanan hidup.

Proses pembangunannya dilakukan secara gotong royong, melibatkan banyak warga desa, sehingga mempererat hubungan sosial antaranggota masyarakat.

Bagi masyarakat setempat, Uma Lengge adalah simbol identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki makna mendalam dalam kehidupan sehari-hari.

Potensi Wisata Budaya di Bima

Dari sisi pariwisata, Uma Lengge memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya. Lingkungan pedesaan yang masih alami membuat pengalaman berkunjung terasa lebih autentik.

Kamu tidak hanya melihat rumah adat, tetapi juga bisa belajar tentang sejarah, tradisi, dan pola hidup masyarakat Bima.

Sayangnya, promosi wisata yang minim membuat Uma Lengge belum dikenal secara luas, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Uma Lengge yang Mulai Terlupakan

Seiring perkembangan zaman, keberadaan Uma Lengge semakin terancam. Banyak masyarakat mulai beralih ke rumah modern, sehingga rumah adat ini perlahan ditinggalkan dan mengalami kerusakan.

Jika tidak ada upaya pelestarian yang serius, Uma Lengge berisiko hilang dari kehidupan masyarakat Bima.

Padahal, menjaga Uma Lengge berarti menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

Dengan dukungan pemerintah, promosi wisata yang tepat, serta peran generasi muda, Uma Lengge masih memiliki peluang besar untuk terus bertahan dan dikenang sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara yang bernilai tinggi.

Baca juga: Penginapan Nyaman di Tengah Kota Bima Hotel Marina Jadi Pilihan Tepat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Rachman Marangga

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU