Pemantauan Hilal di Pantai Loang Balok Ampenan (Youtube/Corong KUA Ampenan)
NTB - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di Indonesia selalu menantikan satu momen penting, yaitu rukyatul hilal.
Di Kota Mataram, Pantai Loang Balok Ampenan menjadi salah satu lokasi favorit untuk melakukan pengamatan hilal.
Selain strategis menghadap ufuk barat, pantai ini juga menawarkan suasana yang tenang dan terbuka, sehingga sangat mendukung proses rukyat.
Baca juga: Jadwal Libur Puasa dan Lebaran 2026: Cuti Bersama Panjang, Waktu Tepat Liburan Keluarga
Rukyatul hilal adalah proses mengamati bulan sabit pertama yang muncul setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi.
Pengamatan ini dilakukan saat matahari terbenam pada akhir bulan Sya’ban untuk menentukan awal bulan Ramadhan.
Metode ini telah lama digunakan dalam tradisi Islam dan masih menjadi rujukan penting hingga saat ini, khususnya di Indonesia.
Pantai Loang Balok Ampenan dipilih sebagai lokasi rukyatul hilal karena letaknya yang langsung menghadap ke arah barat.
Area pantai yang luas dan minim penghalang membuat proses pengamatan menjadi lebih optimal.
Setiap tahunnya, pantai ini kerap dipadati oleh tim pengamat dari Kementerian Agama, tokoh agama, serta masyarakat yang ingin menyaksikan langsung proses rukyat.
Pelaksanaan rukyatul hilal biasanya dimulai sejak sore hari. Tim pengamat menyiapkan berbagai peralatan seperti teleskop dan teropong untuk membantu melihat hilal dengan lebih jelas.
Saat matahari mulai terbenam, perhatian tertuju ke ufuk barat. Jika hilal berhasil terlihat, hasil pengamatan tersebut akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan awal Ramadhan.
Namun, kondisi cuaca menjadi faktor penentu. Langit yang cerah tentu sangat membantu, sedangkan awan tebal sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengamatan.
Rukyatul hilal di Pantai Loang Balok bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Corong KUA Ampenan