Gubernur NTB meninjau banjir di kawasan Riverside Selagalas, Mataram, Minggu (6/7/2025) (Rimadwira)
NTB - 32 penerima manfaat (PM) di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (Puslansos) Mandalika terpaksa dievakuasi ke Asrama Haji menyusul banjir besar yang merendam kawasan tersebut, Minggu, (6/7/2025).
Tingginya debit air yang mencapai pinggang orang dewasa membuat kondisi tidak memungkinkan bagi para lansia untuk tetap tinggal di lokasi.
Kepala Puslansos Mandalika, Dina Nurlaily Aprinaida, S.Psi., M.Pd., menjelaskan, banjir mulai masuk dari aliran sungai Ancar sekitar pukul 16.30 Wita.
“Pukul 17.00 Wita air menyentuh lutut kaki orang dewasa, dan di pukul 18.00 Wita ketinggian air mencapai pinggang,” terangnya, Senin, 7 Juli 2025.
Situasi makin memburuk setelah tembok Universitas Mataram yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut jebol, sehingga volume air meningkat drastis.
Atas saran Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, evakuasi segera dilakukan ke Asrama Haji.
“Jadi kita bagi. Yang sehat di Asrama Haji, yang bedrest di sini. Di Asrama Haji 32, di sini 42,” ujar Dina.
Ia menyebutkan, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi fisik para lansia yang terbatas.
“Proses evakuasi yang memang karena tidak bisa jalan, ada yang harus ditandu, digendong, dan sebagainya. Trauma psikologis mungkin,” tambahnya.
Selain dampak psikologis, banjir juga merusak sejumlah fasilitas Puslansos. Beberapa kasur yang terendam tak lagi dapat digunakan karena berbahan busa.
“Tapi alhamdulillah kami dapat bantuan matras dari Tagana, itu kami gunakan untuk ke depan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan