NTB - Batik Sasambo merupakan kain tradisional khas Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sarat nilai budaya.
Nama “Sasambo” berasal dari tiga suku besar yang mendiami wilayah ini, yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo.
Perpaduan nama tersebut mencerminkan semangat persatuan yang kemudian diwujudkan dalam motif batik yang unik dan penuh makna.
Baca juga: Balai Ternak BAZNAS Lombok Tengah: Solusi Ekonomi Desa Berbasis Zakat Produktif
Proses Pembuatan yang Penuh Ketelitian
Dalam proses pembuatannya, batik Sasambo melalui tahapan yang mirip dengan batik pada umumnya.
Dimulai dari pembuatan desain, kemudian dilanjutkan dengan pencantingan, pewarnaan, hingga proses pencelupan.
Setiap tahap membutuhkan ketelitian tinggi agar menghasilkan kain batik yang berkualitas.
Meski tekniknya tidak jauh berbeda, nilai seni pada batik Sasambo terletak pada filosofi motif yang diangkat.
Keunikan Motif yang Sarat Makna
Keistimewaan batik Sasambo terletak pada motifnya yang memadukan unsur budaya dari tiga suku sekaligus.
Dalam satu lembar kain, kamu bisa menemukan simbol-simbol khas yang mewakili identitas masyarakat NTB.
Selain itu, ada empat unsur utama yang sering diangkat dalam desainnya, yaitu budaya lokal, keindahan alam, program pemerintah, serta kekayaan kuliner daerah.
Motif alam seperti Gunung Rinjani dan Tambora menjadi inspirasi yang sering digunakan karena keindahannya yang mendunia.
Tidak hanya itu, motif kuliner seperti plecing kangkung juga hadir sebagai representasi kekayaan cita rasa khas Lombok.
Representasi Peristiwa dan Kehidupan
Menariknya, batik Sasambo juga mampu merekam peristiwa penting dalam bentuk motif.
Salah satu contohnya adalah motif gempa yang terinspirasi dari peristiwa gempa Lombok tahun 2018.
Pola yang menyerupai grafik seismograf ini menjadi simbol pengingat sekaligus refleksi budaya masyarakat terhadap kejadian tersebut.
Peran dalam Perekonomian Lokal
Batik Sasambo tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Produksinya membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal dan membantu meningkatkan pendapatan daerah.
Dukungan dari pemerintah juga turut memperkuat eksistensi batik ini, salah satunya melalui kebijakan penggunaan batik Sasambo di kalangan aparatur sipil negara.
Mengapa Kamu Perlu Melestarikannya
Sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia, batik Sasambo layak untuk terus dilestarikan.
Dengan menggunakan dan mempromosikan batik ini, kamu turut menjaga identitas budaya sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Batik Sasambo bukan sekadar kain, melainkan cerita tentang persatuan, keindahan, dan kekayaan budaya NTB.
Baca juga: Garoso, Buah Khas Bima yang Selalu Dinanti Musimnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/NTB SATU