NTB - Perayaan Imlek di Kota Mataram selalu menghadirkan suasana yang hangat, penuh warna, dan sarat makna.
Meski digelar dengan sederhana, peringatan Tahun Baru Imlek di ibu kota Provinsi NTB ini tetap terasa istimewa.
Warga Tionghoa bersama masyarakat sekitar merayakan momen tersebut dengan penuh khidmat, memperlihatkan harmoni dan toleransi yang sudah lama terjalin.
Baca juga: Jadwal Libur Puasa dan Lebaran 2026: Cuti Bersama Panjang, Waktu Tepat Liburan Keluarga
Suasana Khidmat di Kelenteng
Salah satu pusat perayaan Imlek di Mataram berada di kelenteng yang menjadi tempat ibadah umat Konghucu dan warga Tionghoa.
Sejak malam pergantian tahun, umat mulai berdatangan untuk melaksanakan sembahyang bersama keluarga.
Aroma dupa yang khas, cahaya lilin merah, serta lantunan doa menciptakan suasana yang tenang dan sakral.
Tradisi sembahyang ini menjadi momen penting untuk memanjatkan harapan di tahun yang baru.
Kamu bisa melihat bagaimana setiap keluarga membawa persembahan sebagai simbol rasa syukur sekaligus doa untuk kesehatan, rezeki, dan kedamaian.
Dekorasi Merah dan Lampion Hiasi Kota
Nuansa Imlek di Kota Mataram juga terasa dari dekorasi bernuansa merah dan emas.
Sejumlah titik, seperti pusat perbelanjaan dan kawasan permukiman warga Tionghoa, dihiasi lampion yang menggantung rapi.
Warna merah yang identik dengan keberuntungan dan kebahagiaan mendominasi suasana.
Lampion-lampion tersebut tidak hanya mempercantik area sekitar, tetapi juga menjadi simbol semangat baru di awal tahun.
Banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama keluarga, mengabadikan suasana khas perayaan Imlek.
Tradisi Angpao dan Kebersamaan Keluarga
Imlek identik dengan tradisi berbagi angpao. Anak-anak biasanya menerima amplop merah berisi uang dari orang tua atau kerabat yang lebih tua.
Tradisi ini bukan sekadar berbagi rezeki, tetapi juga mengandung doa dan harapan baik bagi generasi muda.
Selain itu, makan bersama keluarga menjadi bagian penting dalam perayaan. Hidangan khas Imlek disajikan sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan.
Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi kamu untuk mempererat hubungan keluarga dan saling mendoakan.
Simbol Toleransi dan Harmoni di Mataram
Perayaan Imlek di Mataram juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama.
Masyarakat dari berbagai latar belakang turut menghormati dan mendukung jalannya perayaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberagaman di Kota Mataram dapat berjalan selaras.
Meski tidak dirayakan dengan pesta besar, suasana Imlek tetap terasa hangat dan penuh makna. Kebersamaan, doa, dan harapan menjadi inti dari perayaan ini.
Melalui momen Tahun Baru Imlek, kamu bisa melihat bagaimana tradisi tetap dijaga sekaligus menjadi jembatan persaudaraan di tengah keberagaman Kota Mataram.
Baca juga: Kota Tua Ampenan Lombok, Jejak Sejarah Pelabuhan Multietnis yang Masih Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/NTB SATU