NTB - Bawang merah asal Bima kembali menunjukkan kualitasnya.
Dalam sebuah kegiatan panen bersama di Kabupaten Bima, bawang merah jenis Filipina terbukti mampu tumbuh optimal dan menghasilkan umbi berwarna merah pekat.
Meski ukurannya tidak terlalu besar, bentuknya bulat dan tampilannya menarik, sehingga banyak dicari pedagang dari luar daerah.
Bawang merah ini ditanam sejak awal musim kemarau dan dipanen setelah usia tanam lebih dari 60 hari. Kondisi cuaca yang kering tanpa hujan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan panen.
Tanah di Bima yang subur dan iklim yang mendukung membuat tanaman bawang bisa tumbuh maksimal tanpa banyak kendala.
Baca juga: Kecamatan Mpunda Kota Bima, Pusat UMKM yang Terus Tumbuh dan Penuh Peluang
Gotong Royong Jadi Kunci Kelancaran Panen
Proses panen dilakukan secara gotong royong oleh sekitar 40 orang anggota kelompok tani.
Ibu-ibu bertugas mencabut bawang dari tanah menggunakan alat sederhana, sementara para pria mengangkut hasil panen ke area pengeringan.
Suasana panen terlihat ramai dan penuh kebersamaan, mencerminkan budaya gotong royong yang masih kuat di Bima.
Dalam satu kali panen, total hasil yang didapat mencapai kurang lebih 2 ton. Jumlah ini terbilang cukup baik, mengingat perawatan tanaman dilakukan secara sederhana dan alami.
Pemilik lahan pun terlihat sangat bahagia karena hasil panen sesuai dengan harapan.
Kenapa Bawang Filipina Cocok Ditanam di Bima
Salah satu alasan bawang merah jenis Filipina cocok ditanam di Bima adalah karena tidak memerlukan bedengan seperti di daerah lain.
Saat musim kemarau, curah hujan sangat rendah sehingga risiko busuk tanaman hampir tidak ada. Kamu pun tidak perlu repot membuat saluran air atau penutup tambahan.
Selain itu, proses pengeringan bawang juga lebih cepat.
Tanpa tenda khusus, bawang bisa kering sempurna hanya dalam waktu sekitar 7 hari. Setelah itu, bawang siap dijual langsung ke pasar atau ke pengepul besar.
Harga Bawang Merah Bima Mulai Naik
Kabar baiknya, harga bawang merah di Bima mulai mengalami kenaikan.
Saat panen berlangsung, harga berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas umbi.
Harga ini tentu memberi angin segar bagi petani setelah masa tanam yang cukup panjang.
Dengan kualitas warna yang merah cerah dan bentuk umbi yang seragam, bawang merah Bima kerap dikirim ke Jawa hingga Banjarmasin.
Permintaan pasar yang stabil membuat komoditas ini terus menjanjikan.
Potensi Besar untuk Petani Lokal
Panen bawang merah di Bima membuktikan bahwa daerah ini memiliki potensi besar sebagai sentra bawang merah nasional.
Jika dikelola dengan baik dan didukung teknologi pertanian yang tepat, bawang merah Bima bisa semakin bersaing di pasar yang lebih luas.
Buat kamu yang tertarik bertani bawang merah, Bima bisa jadi contoh sukses bagaimana alam, kerja sama, dan ketekunan mampu menghasilkan panen yang menguntungkan.
Baca juga: Kaya Raya! Inilah Macam-Macam Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: