Bendungan Meninting (Youtube/Hutama Karya)
NTB - Ketahanan pangan kini menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia.
Salah satu langkah nyatanya bisa kamu lihat dari pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Proyek strategis nasional ini bukan sekadar bangunan penahan air, tetapi harapan baru bagi petani, masyarakat, dan masa depan pangan daerah.
Baca juga: Peternak Sapi Lombok Timur, Bertahan dengan Cara Tradisional di Tengah Tantangan Zaman
Air adalah elemen paling penting dalam pertanian. Tanpa pasokan air yang stabil, sawah dan ladang akan sulit menghasilkan panen maksimal.
Bendungan Meninting hadir sebagai solusi untuk masalah klasik yang sering dihadapi petani, terutama saat musim kemarau tiba.
Dengan kapasitas tampung mencapai sekitar 12 juta meter kubik air, bendungan ini dirancang untuk mengairi lebih dari 1.500 hektare lahan pertanian.
Artinya, kamu bisa membayangkan betapa besar dampaknya bagi produktivitas pangan di Lombok Barat.
Bendungan Meninting terletak di Desa Bukit Tinggi dan Desa Dasan Geria, wilayah yang sebelumnya kerap mengalami persoalan air.
Kehadiran bendungan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air baku, terutama untuk kawasan Senggigi dan sekitarnya.
Selain untuk irigasi, bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir. Saat musim hujan, air yang biasanya langsung mengalir ke sungai dan laut kini bisa ditampung dan dimanfaatkan secara optimal.
Pembangunan Bendungan Meninting bukan tanpa tantangan. Curah hujan yang tinggi serta kondisi medan pegunungan membuat proses konstruksi menjadi cukup kompleks.
Namun, tantangan ini diatasi dengan pemanfaatan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM).
Dengan teknologi ini, perencanaan, pengukuran, hingga dokumentasi proyek bisa dilakukan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Hutama Karya