Kamis, 22 JANUARI 2026 • 09:40 WIB

Tari Rebo Bontong, Warisan Budaya NTB yang Sarat Makna Tradisi

Author

Tari Rebo Bontong (Youtube/Inspira Production)

NTBTari Rebo Bontong menjadi salah satu penampilan menarik dalam Festival Tari Tradisi Remaja NTB 2019.

Tarian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga representasi dari ritual adat masyarakat Lombok yang sarat makna.

Melalui panggung festival, budaya lokal kembali dihidupkan dan dikenalkan kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Baca juga:  Uma Lengge, Rumah Adat Bima yang Menyimpan Jejak Budaya dan Butuh Perhatian

Asal Usul dan Makna Tari Rebo Bontong

Rebo Bontong berasal dari tradisi masyarakat Sasak di Lombok yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Islam.

Secara harfiah, Rebo berarti Rabu, sedangkan Bontong dimaknai sebagai “terakhir”. Ritual ini dipercaya sebagai upaya tolak bala dan pembersihan diri dari penyakit maupun hal buruk yang akan datang.

Dalam bentuk tarian, nilai-nilai tersebut diterjemahkan melalui gerak yang lembut, ritmis, dan penuh simbol. Setiap gerakan mencerminkan kebersamaan, doa, serta harapan akan keselamatan.

Inilah yang membuat Tari Rebo Bontong tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara filosofi.

Penampilan Tari Rebo Bontong di Festival NTB 2019

Pada Festival Tari Tradisi Remaja NTB 2019, Tari Rebo Bontong dibawakan oleh penari remaja dengan kemasan yang lebih segar.

Meski dikemas dalam format pertunjukan panggung, esensi budaya tetap dipertahankan. Kostum, iringan musik tradisional, serta pola gerak masih mengacu pada nilai adat yang asli.

Festival ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.

Kamu bisa melihat bagaimana tradisi lama tetap relevan ketika disampaikan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Melibatkan remaja dalam pertunjukan tari tradisional seperti Tari Rebo Bontong adalah langkah strategis dalam pelestarian budaya.

Ketika kamu sebagai generasi muda ikut menari, mempelajari, dan menampilkan budaya daerah, secara tidak langsung kamu ikut menjaga identitas lokal agar tidak hilang.

Selain itu, festival budaya juga menjadi media edukasi yang efektif. Tidak hanya penari, penonton pun mendapatkan wawasan tentang sejarah dan makna di balik tarian yang ditampilkan.

Tari Rebo Bontong sebagai Identitas Budaya NTB

Tari Rebo Bontong kini tidak hanya dikenal sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai identitas budaya Nusa Tenggara Barat.

Melalui festival dan dokumentasi digital, tarian ini semakin dikenal luas, bahkan hingga ke luar daerah.

Keberadaan Tari Rebo Bontong membuktikan bahwa tradisi lokal bisa terus hidup jika dikemas dengan tepat.

Ketika budaya diberi ruang untuk berkembang, kamu tidak hanya melestarikannya, tetapi juga mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Baca juga: Menjelajahi Rumah Adat Karang Bayan Lombok Barat: Sejarah, Filosofi, dan Tradisi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Inspira Production

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU