Bawang Merah Asli Bima (Youtube/Petani Bima Milenial)
NTB - Bawang merah asal Bima kembali menunjukkan kualitasnya.
Dalam sebuah kegiatan panen bersama di Kabupaten Bima, bawang merah jenis Filipina terbukti mampu tumbuh optimal dan menghasilkan umbi berwarna merah pekat.
Meski ukurannya tidak terlalu besar, bentuknya bulat dan tampilannya menarik, sehingga banyak dicari pedagang dari luar daerah.
Bawang merah ini ditanam sejak awal musim kemarau dan dipanen setelah usia tanam lebih dari 60 hari. Kondisi cuaca yang kering tanpa hujan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan panen.
Tanah di Bima yang subur dan iklim yang mendukung membuat tanaman bawang bisa tumbuh maksimal tanpa banyak kendala.
Baca juga: Kecamatan Mpunda Kota Bima, Pusat UMKM yang Terus Tumbuh dan Penuh Peluang
Proses panen dilakukan secara gotong royong oleh sekitar 40 orang anggota kelompok tani.
Ibu-ibu bertugas mencabut bawang dari tanah menggunakan alat sederhana, sementara para pria mengangkut hasil panen ke area pengeringan.
Suasana panen terlihat ramai dan penuh kebersamaan, mencerminkan budaya gotong royong yang masih kuat di Bima.
Dalam satu kali panen, total hasil yang didapat mencapai kurang lebih 2 ton. Jumlah ini terbilang cukup baik, mengingat perawatan tanaman dilakukan secara sederhana dan alami.
Pemilik lahan pun terlihat sangat bahagia karena hasil panen sesuai dengan harapan.
Salah satu alasan bawang merah jenis Filipina cocok ditanam di Bima adalah karena tidak memerlukan bedengan seperti di daerah lain.
Saat musim kemarau, curah hujan sangat rendah sehingga risiko busuk tanaman hampir tidak ada. Kamu pun tidak perlu repot membuat saluran air atau penutup tambahan.
Selain itu, proses pengeringan bawang juga lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: