NTB - NTB Institute menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan dua program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).
Lembaga kajian tersebut menilai kedua program memiliki manfaat besar bagi masyarakat sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki pelaksanaannya, bukan menghentikan program.
Direktur NTB Institute, Gunawan Albima, mengatakan program MBG dan Kopdes Merah Putih merupakan kebijakan strategis yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis desa.
Baca juga: Maman Sosialisasikan Perubahan Perda Perlindungan Petani dan Salurkan Bantuan untuk Warga Bima
Evaluasi untuk Perbaikan Tata Kelola
Menurut Gunawan, setiap program pemerintah tentu memiliki tantangan dalam implementasi. Namun, berbagai kendala tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi agar tata kelola program semakin transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme.
Ia menegaskan bahwa manfaat yang telah dirasakan masyarakat tidak boleh hilang hanya karena adanya persoalan teknis di lapangan.
Pemerintah perlu melakukan penyempurnaan terhadap proses rekrutmen tenaga kerja, standar operasional dapur MBG, kelayakan fasilitas, hingga efektivitas penggunaan anggaran.
MBG Beri Dampak bagi Gizi dan Ekonomi
NTB Institute menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data yang dihimpun lembaga tersebut, hingga pertengahan Juni 2026 terdapat lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Indonesia dengan jutaan penerima manfaat dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Di Provinsi NTB sendiri, ratusan unit SPPG telah beroperasi dan diperkirakan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Kopdes Perkuat Ekonomi Desa
Selain MBG, NTB Institute juga mendukung pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Program ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Di NTB, ribuan koperasi telah terbentuk dan berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah dengan karakteristik tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
NTB Institute berharap pemerintah terus melakukan evaluasi secara objektif dan berkelanjutan agar kedua program tersebut semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan tata kelola yang semakin baik, Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih diyakini dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Sumbawa Barat Sepakati KUA-PPAS APBD Perubahan 2026, Fokus Dorong Pembangunan Daerah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: