Minggu, 21 JUNI 2026 • 22:28 WIB

Pemulangan Jemaah Haji NTB 2026 Rampung, Empat Jemaah Masih Jalani Perawatan di Arab Saudi

Author

Pemulangan Jemaah Haji NTB 2026(Sumber:Youtube/NTB SATU)
NTB - Proses pemulangan jemaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 resmi berakhir setelah kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) 15 di Tanah Air pada Minggu, 21 Juni 2026.

Meski seluruh rangkaian pemulangan berjalan lancar, masih ada empat jemaah asal NTB yang menjalani perawatan medis di Arab Saudi karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk terbang.

Baca juga: PT NTB Perintahkan Jaksa Dalami Peran Mantan Bupati dan Sekda Lombok Timur dalam Kasus Korupsi Chromebook

Kloter 15 Tutup Operasional Haji NTB 2026

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin menjelaskan, Kloter 15 merupakan kloter gabungan yang berisi jemaah dari beberapa kabupaten dan kota di NTB.

Di antaranya Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu.

Dengan kedatangan sekitar 365 jemaah dalam kloter terakhir tersebut, seluruh proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji melalui Embarkasi dan Debarkasi Lombok dinyatakan selesai.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji NTB yang mengikuti penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mencapai 5.864 orang.

Setelah tiba di daerah masing-masing, seluruh jemaah langsung diserahterimakan kepada pemerintah daerah sebelum kembali berkumpul bersama keluarga.

Empat Jemaah NTB Masih Dirawat di Arab Saudi

Walaupun proses pemulangan telah rampung, empat jemaah haji asal NTB masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Mereka berasal dari Kloter 11, 12, 14, dan 15.

Berdasarkan data Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, seorang jemaah asal Dompu masih dirawat akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau gangguan pernapasan akut.

Sementara satu jemaah asal Lombok Timur menjalani perawatan karena Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Selain itu, seorang jemaah asal Kabupaten Sumbawa dirawat akibat gangguan pencernaan berupa ileus, sedangkan satu jemaah lainnya dari Lombok Timur masih mendapatkan penanganan medis intensif.

Pemerintah terus memantau perkembangan kesehatan para jemaah tersebut.

Jika kondisi mereka membaik dan dinyatakan layak terbang, pemulangan akan dilakukan melalui penerbangan reguler dengan koordinasi Kementerian Haji.

Mayoritas Gangguan Kesehatan Berkaitan dengan Pernapasan

Menurut Kepala BKK Kelas I Mataram, Herman Nugraha, sebagian besar jemaah yang masih dirawat mengalami masalah kesehatan pada sistem pernapasan, paru-paru, dan jantung.

Selain empat jemaah di Arab Saudi, terdapat empat jemaah Debarkasi Lombok yang masih menjalani perawatan di RSUD Provinsi NTB akibat berbagai gangguan kesehatan, mulai dari pneumonia, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran.

Meski demikian, penyelenggara memastikan pelaksanaan haji NTB tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

Mayoritas jemaah berhasil kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan bahagia setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Baca juga: Ormas dan LSM Sumbawa Dukung Larangan Tanam Jagung di Kawasan Hutan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/NTB SATU

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU