Minggu, 31 MEI 2026 • 19:18 WIB

Menelusuri Budaya Lombok di Desa Sade dan Kampung Tenun Sukarara

Author

Budaya Lombok di Desa Sade dan Kampung Tenun Sukarara(Sumber:Youtube/EkkAwan)
NTB - Lombok tidak hanya terkenal dengan pantai eksotis dan keindahan alamnya.

Pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga menyimpan kekayaan budaya yang masih terjaga hingga sekarang.

Salah satu cara terbaik untuk mengenal budaya lokal adalah dengan mengunjungi Desa Sade dan Kampung Tenun Sukarara, dua destinasi wisata budaya yang menjadi ikon masyarakat Suku Sasak.

Perjalanan budaya ini dimulai dari Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid.

Sesampainya di Lombok, suasana khas daerah langsung terasa melalui ornamen budaya Sasak yang menghiasi berbagai sudut bandara.

Hal ini menjadi sambutan hangat bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat setempat.

Baca juga: Danau Air Asin Satonda, Surga Tersembunyi di Sumbawa yang Penuh Pesona dan Misteri

Desa Sade, Jejak Kehidupan Tradisional Suku Sasak

Desa Sade merupakan salah satu desa adat yang masih mempertahankan tradisi leluhur hingga saat ini.

Saat memasuki kawasan desa, kamu akan melihat rumah-rumah tradisional yang dibangun menggunakan bambu, kayu, dan atap alang-alang.

Keunikan lainnya terdapat pada lantai rumah yang dibuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau.

Meski terdengar tidak biasa, cara ini dipercaya mampu membuat lantai lebih kuat serta menghindarkan rumah dari serangga dan rayap.

Masyarakat Desa Sade hidup dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong dan menghormati aturan adat.

Berbagai tradisi masih dijalankan, termasuk Peresean, yaitu pertunjukan adu ketangkasan menggunakan rotan yang melambangkan keberanian dan sportivitas.

Selain itu, perempuan Sasak di Desa Sade terkenal memiliki kemampuan menenun kain songket.

Bahkan dalam tradisi setempat, seorang gadis dianggap telah dewasa ketika mampu menenun kain hasil karyanya sendiri.

Kampung Tenun Sukarara, Pusat Kerajinan Songket Lombok

Setelah mengunjungi Desa Sade, perjalanan dilanjutkan ke Kampung Tenun Sukarara.

Desa ini dikenal sebagai pusat kerajinan tenun tradisional Lombok yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Hampir setiap rumah memiliki alat tenun tradisional yang digunakan untuk menghasilkan berbagai motif songket khas Sasak.

Motif-motif tersebut tidak hanya indah, tetapi juga mengandung filosofi dan nilai budaya yang mendalam.

Di Galeri Penginang Lombok, kamu dapat melihat berbagai produk hasil tenun masyarakat, mulai dari kain songket, tas, hingga kerajinan ketak.

Menariknya, banyak produk yang telah dimodifikasi menjadi busana modern tanpa menghilangkan ciri khas budaya Lombok.

Wisata Budaya yang Wajib Dikunjungi

Desa Sade dan Kampung Tenun Sukarara menjadi bukti bahwa modernisasi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya.

Melalui kunjungan ke dua destinasi ini, kamu tidak hanya menikmati keindahan Lombok, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan masyarakat Sasak yang masih terjaga hingga kini.

Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman wisata budaya yang autentik, Desa Sade dan Kampung Tenun Sukarara adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan saat berkunjung ke Lombok.

Baca juga: Kasus Kematian Mahasiswa Unram NDR, Pakar Hukum Minta Polisi Utamakan Bukti Ilmiah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/NTB SATU

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU