NTB - Desa Sade menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok yang wajib kamu kunjungi.
Letaknya cukup strategis, hanya sekitar 15 menit dari kawasan Mandalika dan sekitar 1 jam dari Kota Mataram.
Akses jalannya juga mudah ditemukan karena berada di jalur utama Praya–Kuta, sehingga cocok untuk kamu yang sedang road trip di Lombok.
Baca juga: Sejarah Kerajaan Mataram Kuno (Medang): Peradaban Besar yang Pernah Berjaya di Nusantara
Sambutan Hangat Tanpa Tiket Masuk
Saat tiba di Desa Sade, kamu akan langsung merasakan suasana desa tradisional yang masih sangat alami.
Menariknya, tidak ada biaya tiket masuk resmi,kamu hanya perlu mengisi buku tamu sebelum mulai berkeliling.
Biasanya, kamu juga akan ditemani pemandu lokal yang menjelaskan berbagai hal menarik tentang kehidupan masyarakat Suku Sasak.
Tradisi Unik Suku Sasak
Salah satu daya tarik utama Desa Sade adalah tradisi “merarik” atau kawin culik.
Tradisi ini merupakan bagian dari adat pernikahan masyarakat Sasak yang masih dijaga hingga sekarang.
Selain itu, ada juga cerita tentang “pohon cinta” yang menjadi tempat pertemuan pasangan sebelum menikah.
Hal-hal seperti ini membuat pengalaman wisata kamu terasa lebih bermakna.
Rumah Tradisional yang Sarat Filosofi
Rumah-rumah di Desa Sade masih menggunakan bahan alami seperti anyaman bambu dan atap alang-alang.
Setiap bagian rumah memiliki makna tersendiri.
Misalnya, pintu yang dibuat rendah bertujuan agar tamu menunduk sebagai bentuk penghormatan kepada pemilik rumah.
Ini menunjukkan bagaimana nilai sopan santun sangat dijunjung tinggi dalam budaya Sasak.
Cara Unik Menjaga Kebersihan
Keunikan lainnya adalah cara masyarakat membersihkan lantai rumah menggunakan kotoran kerbau.
Meski terdengar tidak biasa, metode ini dipercaya mampu menjaga kebersihan sekaligus mengusir serangga.
Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga sekarang.
Kerajinan Tenun Khas Lombok
Saat berkeliling, kamu akan menemukan banyak warga yang menjual kain tenun khas Lombok.
Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual, mulai dari memintal benang hingga menenun.
Kamu bahkan bisa mencoba langsung proses menenun, sehingga pengalaman wisata kamu jadi lebih seru dan interaktif.
Wisata Edukasi yang Berkesan
Desa Sade bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi budaya.
Kamu bisa berinteraksi langsung dengan warga, belajar tentang kehidupan sehari-hari mereka, hingga memahami nilai-nilai tradisi yang masih dijaga.
Kalau kamu ingin merasakan sisi lain Lombok selain pantai, Desa Sade adalah pilihan tepat.
Liburan kamu tidak hanya menyenangkan, tapi juga penuh wawasan budaya yang autentik.
Baca juga: Batik Sasambo, Simbol Persatuan Sasak, Samawa, dan Mbojo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Wanderlust Channel