NTB - Bima dikenal sebagai salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat yang menyimpan sejarah panjang dan kaya.
Dari masa prasejarah hingga terbentuknya kerajaan dan menuju era kesultanan, perjalanan Bima menunjukkan perkembangan peradaban yang kuat dan berpengaruh.
Jejak sejarah ini bukan hanya tersimpan dalam cerita lisan, tetapi juga tercermin dari peninggalan budaya, sistem pemerintahan, serta hubungan dagang dengan wilayah lain.
Baca juga: Sejarah Kota Mataram Lombok, Jejak Panjang Ibu Kota NTB yang Sarat Budaya
Masa Awal: Kehidupan Prasejarah di Tanah Bima
Pada masa paling awal, masyarakat Bima hidup dalam periode yang dikenal sebagai masa Naka. Saat itu, pola hidup masih sederhana dan bergantung pada alam.
Kamu bisa membayangkan kehidupan yang berpindah-pindah, mengandalkan hasil buruan dan alam sekitar.
Mereka belum mengenal tulisan, pertanian, maupun peternakan, serta menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masa ini menjadi fondasi awal terbentuknya identitas masyarakat Bima.
Munculnya Encuhi dan Awal Pemerintahan Lokal
Seiring waktu, masyarakat Bima mulai menetap dan mengenal sistem pertanian serta beternak. Dari sinilah muncul para pemimpin lokal yang disebut encuhi.
Para encuhi memimpin wilayah tertentu seperti daerah pegunungan, lembah, hingga pesisir. Sistem ini membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih teratur dan terorganisir.
Beberapa wilayah encuhi kemudian melakukan musyawarah bersama untuk menentukan pemimpin tertinggi yang diberi gelar Bima.
Bima dan Hubungan dengan Dunia Luar
Letak geografis Bima yang strategis membuat wilayah ini ramai disinggahi pedagang dari luar. Teluk Bima yang tenang menjadi tempat persinggahan kapal asing.
Berbagai hasil alam seperti kayu, rotan, beras, kuda, dan kerbau menjadi komoditas utama perdagangan.
Interaksi ini membawa pengaruh budaya dan memperkuat posisi Bima sebagai wilayah penting di jalur perdagangan.
Lahirnya Kerajaan Bima
Dalam perkembangannya, muncul sosok Indra Zamrud yang kemudian diangkat sebagai raja pertama Bima pada abad ke-15.
Penobatan ini menandai lahirnya Kerajaan Bima secara resmi. Pada masa ini, sistem pertanian diperluas melalui pembangunan irigasi dan bendungan.
Bima bahkan dikenal sebagai lumbung beras yang menopang perekonomian kerajaan.
Kekuatan Militer dan Awal Masa Kesultanan
Kerajaan Bima juga memperkuat pertahanannya dengan membentuk armada laut yang tangguh.
Di bawah kepemimpinan Sultan Abdul Kahir Sirajuddin, Bima mampu menghadapi ancaman bangsa asing seperti Portugis dan Belanda.
Periode ini menjadi gerbang masuk menuju era Kesultanan Bima yang bercorak Islam dan membawa perubahan besar dalam sistem pemerintahan serta budaya.
Sejarah panjang Bima membuktikan bahwa wilayah ini bukan sekadar daerah kecil, melainkan pusat peradaban yang berpengaruh dan patut kamu kenal lebih dalam.
Baca juga: Desa Teta Bima, Pesona Alam Asri dan Budaya Lokal yang Masih Terjaga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/INFO NUSA