Pasar Seketeng (Youtube/Papa Aldric)
NTB - Pasar tradisional selalu punya peran penting dalam denyut ekonomi masyarakat.
Di Sumbawa Besar, Pasar Seketeng menjadi salah satu ikon utama yang kini hadir dengan wajah baru setelah melalui proses revitalisasi besar-besaran.
Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, tapi juga ruang publik yang dirancang lebih aman, nyaman, dan tertata rapi untuk semua kalangan.
Baca juga: Pasar Amahami Kota Bima, Pusat Belanja Tradisional yang Selalu Ramai dan Lengkap
Pasar Seketeng berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Seketeng, Sumbawa Besar.
Pasar ini dikenal sebagai pasar terbesar di Kabupaten Sumbawa dan sudah lama menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
Setelah mengalami kebakaran besar pada 23 Januari 2019, pasar ini kemudian direvitalisasi dengan anggaran puluhan miliar rupiah untuk menghadirkan fasilitas yang jauh lebih modern.
Hasil revitalisasi membuat Pasar Seketeng tampil jauh berbeda. Bangunannya kini terdiri dari dua lantai dengan tiga blok utama, yaitu Blok A, Blok B, dan Blok C.
Setiap kios sudah diberi nomor yang jelas sehingga memudahkan penataan pedagang dan pengunjung. Ukuran kios pun bervariasi, cukup luas untuk mendukung aktivitas perdagangan harian.
Selain kios, tersedia juga jalur khusus untuk troli dan kursi roda. Ini menjadi nilai tambah karena pasar bisa diakses oleh semua orang, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Pasar Seketeng dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti toilet di setiap sisi bangunan, tempat cuci tangan, sistem drainase, serta hidran sebagai fasilitas keamanan kebakaran.
Di area tengah pasar, tersedia lapak-lapak yang tertata rapi dan dilengkapi keran air serta tempat pembuangan.
Tak hanya itu, pasar ini juga menyediakan mushola lengkap dengan tempat wudhu. Jadi, kalau kamu sedang berbelanja dan waktu salat tiba, kamu tidak perlu khawatir mencari tempat ibadah.
Di bagian bawah salah satu blok, disiapkan area yang berpotensi menjadi food court. Area ini diharapkan bisa diisi oleh pedagang kuliner khas Sumbawa seperti singang, sepat, dan makanan tradisional lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Papa Aldric