Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 19:47 WIB

Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek, Jejak Spiritualitas Islam Tertua di Lombok Tengah

Author

Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek (Youtube/GETMEDIA CHANNEL)

NTBLombok tidak hanya dikenal dengan pantainya yang memukau, tetapi juga menyimpan warisan sejarah Islam yang unik.

Salah satunya adalah Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek di Lombok Tengah. Masjid ini menjadi saksi perjalanan panjang penyebaran Islam yang berpadu dengan kearifan lokal masyarakat Sasak.

Saat kamu berkunjung ke tempat ini, kamu tidak hanya melihat bangunan ibadah, tetapi juga menyelami nilai budaya dan spiritual yang masih hidup hingga kini.

Baca juga: Masjid Kuno Bayan Beleq, Jejak Awal Islam dan Kearifan Lokal di Lombok Utara

Sejarah Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek

Masjid Kuno Wetu Telu dipercaya dibangun pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1924 Masehi. Masjid ini erat kaitannya dengan ajaran Wetu Telu, sebuah sistem kepercayaan Islam lokal yang berkembang di kalangan masyarakat Sasak.

Pada masa itu, Islam disebarkan dengan pendekatan budaya sehingga mudah diterima oleh masyarakat setempat.

Inilah yang membuat Masjid Kuno Wetu Telu memiliki nilai historis yang sangat tinggi.

Makna Wetu Telu dalam Kehidupan Masyarakat Sasak

Istilah Wetu Telu secara harfiah berarti “tiga waktu”. Ajaran ini menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Dalam praktiknya, ajaran Wetu Telu menggabungkan nilai Islam dengan tradisi leluhur.

Hingga kini, nilai tersebut masih terasa kuat, terutama dalam ritual adat dan perayaan keagamaan di Desa Pempek.

Arsitektur Sederhana yang Sarat Filosofi

Dari sisi bangunan, Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek tampil sangat sederhana. Material kayu, bambu, dan atap tradisional mendominasi struktur masjid.

Meski tampak sederhana, setiap bagian memiliki makna filosofis mendalam yang mencerminkan keselarasan hidup.

Bentuk bangunan yang menyatu dengan lingkungan sekitar menunjukkan bagaimana masyarakat Sasak menghormati alam sebagai bagian dari kehidupan spiritual.

Fungsi Masjid sebagai Pusat Budaya dan Tradisi

Saat ini, masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya.

Berbagai ritual adat, doa bersama, dan kegiatan keagamaan tertentu masih dilakukan di sini.

Bagi kamu yang tertarik dengan wisata budaya dan sejarah, Masjid Kuno Wetu Telu menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.

Daya Tarik Wisata Religi di Lombok Tengah

Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek menawarkan pengalaman wisata religi yang berbeda.

Kamu bisa belajar tentang sejarah Islam di Lombok, memahami nilai toleransi budaya, sekaligus menikmati suasana desa yang tenang dan asri.

Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin perjalanan bermakna, bukan sekadar liburan biasa.

Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek adalah bukti bahwa Islam di Lombok tumbuh dengan damai, selaras dengan budaya lokal, dan tetap relevan hingga hari ini sebagai warisan spiritual yang patut dijaga.

Baca juga: Sejarah Masjid Kuno Rembitan Lombok, Warisan Islam Abad ke-16

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/GETMEDIA CHANNEL

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU