Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 19:20 WIB

Masjid Kuno Bayan Beleq, Jejak Awal Islam dan Kearifan Lokal di Lombok Utara

Author

Masjid Kuno Bayan Beleq (Youtube/Historia Channel)

NTBLombok dikenal luas sebagai Pulau Seribu Masjid. Namun, di antara banyaknya masjid yang berdiri megah, ada satu masjid yang menyimpan cerita paling tua tentang masuknya Islam di tanah Sasak.

Masjid Kuno Bayan Beleq bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi hidup perjalanan sejarah, budaya, dan spiritual masyarakat Lombok Utara.

Baca juga: Sejarah Masjid Kuno Rembitan Lombok, Warisan Islam Abad ke-16

Lokasi dan Nilai Sejarah Masjid Bayan Beleq

Masjid Kuno Bayan Beleq terletak di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Masjid ini dipercaya sebagai masjid tertua di Lombok dan menjadi tonggak awal penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Meski belum ada catatan pasti tahun pembangunannya, berbagai sumber menyebutkan masjid ini sudah ada sejak awal abad ke-16, bersamaan dengan masuknya Islam ke Pulau Lombok.

Keberadaan masjid ini mempertegas bahwa Lombok tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki sejarah keagamaan yang kuat.

Hingga kini, Masjid Kuno Bayan Beleq dilindungi sebagai situs cagar budaya dan dijaga langsung oleh masyarakat adat setempat.

Peran Islam Jawa dan Tradisi Waktu Telu

Masuknya Islam ke Lombok diyakini berasal dari Pulau Jawa. Hal ini terlihat dari penggunaan kitab fiqih, suluk, dan lontar sebagai pedoman keagamaan masyarakat Bayan.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah ini adalah Sunan Pengging, pengikut Sunan Kalijaga, yang datang ke Lombok sekitar tahun 1640.

Dari Bayan, ajaran Islam berkembang dan melahirkan tradisi Waktu Telu, sebuah sistem kepercayaan yang memadukan Islam dengan adat lokal.

Meski aliran ini kini tidak lagi dijalankan sepenuhnya, beberapa ritual adat seperti sedekah urip dan ritual meminta hujan masih tetap dilestarikan.

Arsitektur Masjid yang Sarat Filosofi

Secara fisik, Masjid Kuno Bayan Beleq memiliki ukuran sekitar 9 x 9 meter dengan dinding rendah dari anyaman bambu.

Atapnya tidak menggunakan kubah, melainkan atap tumpang berbahan bilah bambu yang dikenal sebagai atap santek. Lantai masjid tersusun dari batu kali, menambah kesan sederhana sekaligus alami.

Struktur bangunan masjid dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan kaki. Pembagian ini melambangkan dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah, yang mencerminkan pandangan kosmologi masyarakat Lombok Utara.

Empat Tiang Utama dan Aturan Adat

Di dalam masjid terdapat empat soko guru dari kayu nangka yang berasal dari desa berbeda. Setiap tiang memiliki fungsi khusus, mulai dari tempat khatib hingga penghulu.

Selain itu, terdapat aturan berpakaian dan batasan masuk ke area masjid yang masih dijaga hingga sekarang, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kesucian dan tradisi leluhur.

Masjid Kuno Bayan Beleq bukan hanya destinasi wisata religi, tetapi juga ruang belajar tentang bagaimana Islam tumbuh selaras dengan budaya lokal Lombok.

Jika kamu ingin melihat Islam dari sisi sejarah dan kearifan adat, masjid ini adalah jawabannya.

Baca juga: Kenapa Lombok Dijuluki Pulau Seribu Masjid? Ini Sejarah dan Faktanya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Historia Channel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU