NTB - Pulau Lombok tidak hanya terkenal karena pantainya yang eksotis dan Gunung Rinjani yang megah.
Di balik keindahan alamnya, Lombok juga memiliki julukan unik yang sudah dikenal luas, yaitu Pulau Seribu Masjid.
Julukan ini bukan sekadar slogan, tetapi lahir dari sejarah, budaya, dan kehidupan religius masyarakatnya. Lalu, apa sebenarnya alasan Lombok mendapat sebutan tersebut?
Baca juga: Masjid Besar Nurul Jihad Narmada, Ikon Keagamaan dan Pusat Aktivitas Sosial di Lombok Barat
Mayoritas Penduduk Lombok Beragama Islam
Salah satu alasan utama Lombok dijuluki Pulau Seribu Masjid adalah karena mayoritas penduduknya beragama Islam.
Masyarakat Sasak, suku asli Lombok, dikenal memiliki kehidupan religius yang kuat dan menjadikan agama sebagai bagian penting dalam keseharian mereka.
Bagi masyarakat Lombok, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan musyawarah warga.
Asal Usul Julukan Pulau Seribu Masjid
Julukan Pulau Seribu Masjid pertama kali diucapkan oleh Effendi Zarkasih, Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, pada tahun 1970.
Saat itu, ia berkunjung ke Lombok untuk meresmikan Masjid Jami’ Cakranegara. Effendi terkesan melihat banyaknya masjid yang berdiri hampir di setiap wilayah yang ia lewati.
Dari situlah muncul ungkapan Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid, yang kemudian melekat hingga sekarang.
Jumlah Masjid yang Bahkan Melebihi Seribu
Menariknya, sebutan “seribu” justru terkesan merendahkan jumlah sebenarnya. Berdasarkan berbagai catatan dan penelitian, Lombok memiliki ribuan masjid besar dan kecil yang tersebar di ratusan desa.
Dalam satu desa, kamu bahkan bisa menemukan lebih dari satu masjid. Tidak jarang pula ada dua masjid yang berdiri saling berhadapan.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya masjid dalam kehidupan masyarakat Lombok.
Gotong Royong dan Nilai Keagamaan yang Kuat
Budaya gotong royong masih sangat kental di Lombok. Pembangunan masjid sering dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, mulai dari pengumpulan dana hingga tenaga.
Masjid dibangun dengan penuh kesungguhan, sehingga banyak masjid di Lombok yang terlihat megah, bersih, dan terawat.
Ini menjadi bukti nyata bahwa nilai keagamaan dan kebersamaan berjalan seiring dalam kehidupan sosial masyarakat.
Identitas Lombok yang Membanggakan
Julukan Pulau Seribu Masjid kini menjadi identitas dan kebanggaan Lombok. Sebutan ini bukan hanya mencerminkan jumlah bangunan masjid, tetapi juga menggambarkan karakter masyarakatnya yang religius, ramah, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
Saat kamu berkunjung ke Lombok, kamu tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga merasakan suasana spiritual yang kuat dan menenangkan.
Pulau Lombok membuktikan bahwa keindahan alam dan kekayaan budaya dapat berjalan selaras, menjadikannya destinasi wisata yang unik dan penuh makna.
Baca juga: Masjid Arsitektur Tionghoa di Lombok, Pesona Unik di Desa Pakuan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/INFO NUSA