Jumat, 23 JANUARI 2026 • 18:05 WIB

Sejarah Masjid Pusaka Songak, Warisan Islam Suku Sasak di Lombok

Author

Masjid Pusaka Songak (Youtube/Nasrul Media)

NTB - Masjid Pusaka Songak adalah salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang menjadi saksi sejarah penyebaran Islam oleh para wali di suku Sasak.

Terletak di Desa Songak, Kabupaten Lombok Timur, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat tradisi dan budaya masyarakat setempat.

Awalnya bernama Masjid Al-Falah, bangunan ini kini lebih dikenal sebagai Masjid Pusaka Songak karena nilai sejarah dan budayanya yang tinggi.

Baca juga: Masjid Nurul Bilad, Destinasi Religi Modern di Kuta Mandalika

Awal Berdirinya Masjid

Menurut tradisi, Masjid Pusaka Songak dibangun sekitar tahun 1309 M oleh sembilan tokoh yang dikenal dengan nama Ki Sanga Pati.

Sebelum kedatangan mereka, Desa Songak sempat ditinggalkan penduduknya karena dianggap angker. Para tokoh ini menetap untuk menyebarkan ajaran Islam dengan tenang.

Nama “Songak” diyakini berasal dari kata “Sangat” pada nama Ki Sanga Pati, sebagai penghormatan atas jasanya membuka kembali desa tersebut.

Bangunan awal menggunakan atap daun alang-alang, yang hingga kini masih dipertahankan. Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan sosial dan religius, termasuk tradisi mangkat, yaitu doa bersama sebelum berangkat berperang.

Tradisi dan Ritual

Masjid Pusaka Songak dikenal dengan berbagai tradisi yang berlangsung sepanjang tahun.

Salah satunya adalah ritual pengesahan minyak Songak setiap 12 Rabi’ul Awwal sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Selain itu, ada ritual bubur putih pada bulan Muharram dan bubur bea di bulan Safar.

Hampir setiap bulan, masyarakat desa Songak mengadakan ritual adat di masjid ini, kecuali pada tiga bulan yang disebut bulan suwung, di mana masjid relatif sepi dari aktivitas adat.

Tradisi-tradisi ini menjaga nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Sasak. Masjid menjadi simbol keberlanjutan ajaran agama dan perekat komunitas lokal.

Perkembangan Bangunan

Seiring waktu, masjid mengalami beberapa renovasi. Atapnya diperbaiki pertama kali tahun 1499 dan rutin diperbaiki setiap 25 tahun.

Pada abad ke-18, masjid sempat sepi aktivitas karena pengaruh penguasa dari Karangasem Bali.

Pada awal abad ke-20, seorang guru agama dari Lombok Tengah menghidupkan kembali ibadah di masjid, dinding diganti bata besar, namun bentuk asli tetap dipertahankan. 

Tahun 1999, masyarakat bergotong-royong mengembalikan bangunan ke bentuk asli setelah perluasan sebelumnya menutupi masjid lama.

Masjid Pusaka Songak Hari Ini

Kini, Masjid Pusaka Songak berdiri kokoh dengan ukuran 9×9 meter dan halaman luas, lengkap dengan kolam wudhu untuk jamaah laki-laki dan perempuan.

Masjid ini menjadi tujuan wisata religi dan sejarah di Lombok. Keberadaan Makam Keramat Songak menambah nilai historis dan spiritualnya.

Masjid Pusaka Songak menunjukkan bagaimana Islam masuk dan berkembang di Lombok melalui para wali, serta bagaimana masyarakat Sasak menjaga warisan budaya melalui tradisi yang dilestarikan.

Mengunjungi masjid ini bukan hanya wisata religi, tetapi juga pengalaman mendalami sejarah dan kearifan lokal Lombok.

Baca juga: Jelajah Masjid Agung Kabupaten Bima, Tempat Ibadah dan Wisata Religi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Nasrul Media

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU