Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 19:05 WIB

Sejarah Masjid Kuno Rembitan Lombok, Warisan Islam Abad ke-16

Author

Masjid Kuno Rembitan (Youtube/Nasrul Media)

INDOZONE.ID - Masjid Kuno Rembitan merupakan salah satu cagar budaya penting di Pulau Lombok.

Masjid ini berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Letaknya berada di kawasan perbukitan yang dilalui jalur utama menuju kawasan wisata pantai selatan Lombok, sehingga mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan.

Baca juga: Masjid Nurul Bilad, Destinasi Religi Modern di Kuta Mandalika

Asal Usul dan Sejarah Berdirinya Masjid

Menurut cerita tradisi yang berkembang di masyarakat setempat, Masjid Kuno Rembitan dibangun sekitar abad ke-16.

Babad Lombok menyebutkan bahwa masuknya Islam ke Pulau Lombok dibawa oleh Sunan Prapen, putra Sunan Giri dari Gresik.

Sejak saat itu, masjid ini berperan sebagai pusat ibadah dan penyebaran ajaran Islam di wilayah Lombok Tengah.

Ukuran dan Struktur Bangunan Masjid

Secara fisik, Masjid Kuno Rembitan memiliki ukuran sekitar 7,8 meter × 7,65 meter.

Di sisi masjid terdapat sebuah kolam dengan kedalaman sekitar 2,5 meter yang dahulu digunakan sebagai tempat bersuci.

Pondasi dan lantai bangunan masih berupa tanah, mencerminkan bentuk arsitektur tradisional Sasak yang sederhana namun kuat.

Keunikan Bahan Bangunan Tradisional

Keistimewaan Masjid Kuno Rembitan terlihat dari bahan bangunannya yang masih sangat alami.

Atap masjid menggunakan alang-alang yang diikat dengan tali tradisional bernama male.

Rangka atapnya terbuat dari ijuk dan sout, yaitu akar gantung dari tumbuhan hutan.

Saat renovasi dilakukan, jumlah dan jenis bahan tetap dipertahankan karena berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Masjid Gunung Sasak yang Bersejarah

Masjid Kuno Rembitan termasuk dalam empat masjid yang dikenal sebagai Masjid Gunung Sasak.

Tiga masjid lainnya adalah Masjid Gunung Pujut di Lombok Tengah, Masjid Margit di Lombok Timur, dan Masjid Bayan Beleq di Lombok Utara.

Keempat masjid ini menjadi rujukan utama bentuk masjid-masjid kuno di Lombok.

Ornamen Burung Perkutut dan Makna Filosofisnya

Salah satu ciri khas Masjid Kuno Rembitan adalah ornamen burung perkutut berukuran kecil di bagian puncak atap atau tumpang.

Menurut pengurus masjid, ornamen ini berkaitan dengan tokoh dalam sejarah Islam Lombok dan mengandung makna simbolis yang mendalam dalam tradisi masyarakat Sasak.

Nilai Budaya dan Warisan Sejarah Lombok

Masjid Kuno Rembitan bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan panjang sejarah Islam dan budaya Sasak.

Dengan mengunjungi masjid ini, kamu bisa memahami lebih dalam tentang kearifan lokal, nilai spiritual, serta warisan budaya Lombok yang tetap lestari hingga sekarang.

Baca juga: Masjid Kamina, Masjid Tertua di Bima yang Menjadi Awal Masuknya Islam

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Nasrul Media

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU