Peninggalan Sejarah Dompu (Youtube/Dae Yeyen)
NTB - Dompu bukan sekadar sebuah daerah di Nusa Tenggara Barat.
Di balik namanya, tersimpan perjalanan panjang sebuah kerajaan tua yang pernah menjadi pusat kekuatan, budaya, dan peradaban di Pulau Sumbawa.
Sejarah Dompu membuktikan bahwa daerah ini punya peran penting dalam mewarnai Nusantara sejak berabad-abad lalu.
Baca juga: Asal Usul Nama Pulau Lombok, Bukan dari Cabai Seperti yang Kamu Kira
Dahulu, Dompu dikenal dengan sebutan Dombo. Letaknya yang berada di tengah Pulau Sumbawa membuat Dompu diibaratkan sebagai pemisah alami pulau tersebut.
Dalam bahasa lokal, kata “dompo” berarti memotong. Posisi geografis ini membentuk karakter masyarakat
Dompu yang dikenal moderat, terbuka, dan sering menjadi penengah di tengah perbedaan.
Kerajaan Dompu diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-13 Masehi.
Pusat pemerintahan awalnya berada di Negeri Tonda atau Rio, yang kini terletak di Desa Mumbu, Kecamatan Woja.
Dari tempat inilah cikal bakal istana pertama Kerajaan Dompu berdiri, dipimpin oleh raja yang dibantu para kepala suku serta masyarakat adat.
Seiring berkembangnya kerajaan, Dompu membangun istana baru bernama Dorobata.
Istana ini menjadi simbol kejayaan Dompu karena merepresentasikan tiga fase peradaban: animisme, Hindu-Buddha, dan Islam.
Letak strategis dan kekayaan alam membuat Dompu tumbuh sebagai kerajaan besar di wilayah timur Indonesia. Kejayaan ini menarik perhatian Majapahit.
Pada tahun 1336 Masehi, Dompu disebut dalam Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Gajah Mada sebagai salah satu wilayah penting Nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Dae Yeyen