Tugu Titik 0 Mataram (Youtube/Yanta PS)
NTB - Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat, kini memiliki destinasi wisata baru yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, yaitu Tugu Titik Nol Kilometer Kota Mataram.
Tugu ini tidak hanya menjadi ikon baru kota, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang penting bagi perkembangan kota. Yuk, simak ulasan lengkapnya!
Baca juga: Tugu Giri Menang, Ikon Cantik Lombok Barat yang Wajib Dikunjungi
Tugu Titik Nol Kilometer terletak di Jalan Pejanggik, Mataram, yang mudah diakses oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Lokasinya yang strategis membuat tugu ini ideal untuk dijadikan tempat foto dan wisata edukasi. Konsep titik nol kilometer sendiri adalah patokan penentuan jarak antar-daerah dari pusat kota.
Jadi, setiap pengunjung bisa mengetahui jarak dari Mataram ke berbagai wilayah di sekitarnya.
Tugu ini diresmikan pada 31 Agustus 2021 oleh Walikota Mataram, bertepatan dengan HUT Kota Mataram ke-28.
Peresmian ini menandai pentingnya monumen sebagai simbol perkembangan kota. Tugu Titik Nol Kilometer bukan sekadar landmark, tetapi juga catatan sejarah yang dapat memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung.
Salah satu keunikan tugu ini adalah desain yang sarat kearifan lokal.
Warna emas khas suku Sasak mendominasi monumen, dipadukan dengan lambang bintang yang melambangkan religiusitas masyarakat Mataram.
Desain ini membuat tugu tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi warga setempat.
Selain monumen utama, kawasan Tugu Titik Nol Kilometer juga dirancang dengan taman hijau dan fasilitas pendukung. Area ini nyaman untuk bersantai, berjalan-jalan, dan berfoto.
Pemerintah kota berencana menambahkan lebih banyak fasilitas untuk membuat kawasan ini semakin menarik sebagai destinasi wisata keluarga maupun tempat berkumpul komunitas.
Sejak peresmian, tugu ini telah menjadi salah satu ikon wisata baru Kota Mataram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Yanta PS