Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek (Youtube/GETMEDIA CHANNEL)
NTB - Lombok tidak hanya dikenal dengan pantainya yang memukau, tetapi juga menyimpan warisan sejarah Islam yang unik.
Salah satunya adalah Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek di Lombok Tengah. Masjid ini menjadi saksi perjalanan panjang penyebaran Islam yang berpadu dengan kearifan lokal masyarakat Sasak.
Saat kamu berkunjung ke tempat ini, kamu tidak hanya melihat bangunan ibadah, tetapi juga menyelami nilai budaya dan spiritual yang masih hidup hingga kini.
Baca juga: Masjid Kuno Bayan Beleq, Jejak Awal Islam dan Kearifan Lokal di Lombok Utara
Masjid Kuno Wetu Telu dipercaya dibangun pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1924 Masehi. Masjid ini erat kaitannya dengan ajaran Wetu Telu, sebuah sistem kepercayaan Islam lokal yang berkembang di kalangan masyarakat Sasak.
Pada masa itu, Islam disebarkan dengan pendekatan budaya sehingga mudah diterima oleh masyarakat setempat.
Inilah yang membuat Masjid Kuno Wetu Telu memiliki nilai historis yang sangat tinggi.
Istilah Wetu Telu secara harfiah berarti “tiga waktu”. Ajaran ini menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Dalam praktiknya, ajaran Wetu Telu menggabungkan nilai Islam dengan tradisi leluhur.
Hingga kini, nilai tersebut masih terasa kuat, terutama dalam ritual adat dan perayaan keagamaan di Desa Pempek.
Dari sisi bangunan, Masjid Kuno Wetu Telu Desa Pempek tampil sangat sederhana. Material kayu, bambu, dan atap tradisional mendominasi struktur masjid.
Meski tampak sederhana, setiap bagian memiliki makna filosofis mendalam yang mencerminkan keselarasan hidup.
Bentuk bangunan yang menyatu dengan lingkungan sekitar menunjukkan bagaimana masyarakat Sasak menghormati alam sebagai bagian dari kehidupan spiritual.
Saat ini, masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/GETMEDIA CHANNEL