Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 10:05 WIB

Sejarah Dompu, Jejak Kerajaan Kuno di Jantung Pulau Sumbawa

Author

Peninggalan Sejarah Dompu (Youtube/Dae Yeyen)

NTBDompu bukan sekadar sebuah daerah di Nusa Tenggara Barat.

Di balik namanya, tersimpan perjalanan panjang sebuah kerajaan tua yang pernah menjadi pusat kekuatan, budaya, dan peradaban di Pulau Sumbawa.

Sejarah Dompu membuktikan bahwa daerah ini punya peran penting dalam mewarnai Nusantara sejak berabad-abad lalu.

Baca juga: Asal Usul Nama Pulau Lombok, Bukan dari Cabai Seperti yang Kamu Kira

Asal Usul Nama Dompu dan Karakter Masyarakatnya

Dahulu, Dompu dikenal dengan sebutan Dombo. Letaknya yang berada di tengah Pulau Sumbawa membuat Dompu diibaratkan sebagai pemisah alami pulau tersebut.

Dalam bahasa lokal, kata “dompo” berarti memotong. Posisi geografis ini membentuk karakter masyarakat

Dompu yang dikenal moderat, terbuka, dan sering menjadi penengah di tengah perbedaan.

Berdirinya Kerajaan Dompu Kuno

Kerajaan Dompu diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-13 Masehi.

Pusat pemerintahan awalnya berada di Negeri Tonda atau Rio, yang kini terletak di Desa Mumbu, Kecamatan Woja.

Dari tempat inilah cikal bakal istana pertama Kerajaan Dompu berdiri, dipimpin oleh raja yang dibantu para kepala suku serta masyarakat adat.

Seiring berkembangnya kerajaan, Dompu membangun istana baru bernama Dorobata.

Istana ini menjadi simbol kejayaan Dompu karena merepresentasikan tiga fase peradaban: animisme, Hindu-Buddha, dan Islam.

Dompu dan Invasi Majapahit

Letak strategis dan kekayaan alam membuat Dompu tumbuh sebagai kerajaan besar di wilayah timur Indonesia. Kejayaan ini menarik perhatian Majapahit.

Pada tahun 1336 Masehi, Dompu disebut dalam Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Gajah Mada sebagai salah satu wilayah penting Nusantara.

Akhirnya, pada tahun 1357 Masehi, Kerajaan Dompu berhasil ditaklukkan oleh Majapahit setelah pertempuran panjang.

Sejak saat itu, pengaruh Hindu-Buddha mulai mewarnai kehidupan masyarakat Dompu.

Masuknya Islam dan Lahirnya Kesultanan Dompu

Islam masuk ke Dompu melalui para ulama dan syekh dari Jazirah Arab dengan cara berdagang dan pernikahan.

Proses ini berlangsung damai dan diterima oleh masyarakat.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam Dompu adalah Sangaji Labatanae yang kemudian memeluk Islam dan bergelar Sultan Syamsudin, sultan pertama Dompu.

Peninggalan bersejarah dari masa ini adalah Al-Qur’an kuno yang dikenal sebagai Karapidu atau Quran Tujuh, yang hingga kini masih dijaga sebagai warisan berharga.

Dompu Menuju NKRI

Perjalanan Dompu berlanjut hingga masa kolonial dan kemerdekaan Indonesia.

Sultan Muhammad Tajul Arifin Sirajudin memainkan peran penting sebagai penengah antara Kesultanan Bima dan Sumbawa dalam proses bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada 12 Mei 1950, Dompu resmi menjadi bagian dari NKRI.

Sejarah panjang ini membuktikan bahwa Dompu bukan hanya saksi, tetapi juga pelaku penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Sebuah negeri para sultan, ulama, dan warisan budaya yang patut kamu banggakan.

Baca juga: Sejarah Bima dari Masa Kemasa, Jejak Panjang “Sang Bima” yang Jarang Diketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Dae Yeyen

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU