Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 06:00 WIB

Sinergi Bulog dan TNI, Serapan Gabah Petani NTB Tembus 147 Ribu Ton

Author

BULOG NTB (SUARANTBcom)

NTBKeberhasilan sektor pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencuri perhatian nasional.

Hingga akhir April 2025, Perum Bulog Wilayah NTB berhasil menyerap gabah petani dalam jumlah besar, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

Capaian ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Bulog, TNI, pemerintah daerah, serta para petani di lapangan.

Baca juga: Kabupaten Dompu NTB, Surga Alam Asri dengan Potensi Ekonomi yang Terus Tumbuh

Serapan Gabah Bulog NTB Lampaui Target Nasional

Bulog NTB mencatat serapan gabah kering panen mencapai 147 ribu ton, atau sekitar 134 persen dari target awal.

Angka ini menempatkan NTB sebagai salah satu provinsi dengan serapan gabah tertinggi di Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa potensi pertanian lokal sangat besar jika didukung sistem penyerapan yang tepat dan kolaboratif.

Serapan tersebut tidak hanya berdampak pada ketersediaan stok pangan nasional, tetapi juga memberi kepastian harga bagi petani.

Dengan adanya pembelian langsung oleh Bulog, petani tidak perlu khawatir gabahnya tidak terserap pasar.

Peran TNI dan Pemerintah Daerah Sangat Krusial

Kolaborasi antara Bulog dan TNI menjadi salah satu kunci utama keberhasilan ini.

Melalui peran Babinsa dan jajaran Kodim, informasi terkait jadwal panen di desa-desa dapat diperoleh lebih cepat dan akurat. 

Hal ini membuat proses penyerapan gabah berjalan lebih efisien dan tepat waktu.

Selain TNI, dukungan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota di NTB juga sangat membantu, terutama dalam koordinasi lapangan dan pendampingan petani.

Penyuluh pertanian pun ikut berperan aktif mendampingi petani agar hasil panen sesuai standar yang ditetapkan.

Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan NTB

Dari sisi ekonomi, belanja Bulog untuk gabah dan beras di NTB telah menembus Rp1,2 triliun.

Dana ini langsung berputar di masyarakat dan menjadi suntikan ekonomi bagi petani serta pelaku usaha pertanian lokal.

Saat ini, stok cadangan beras pemerintah di NTB mencapai sekitar 105 ribu ton setara beras.

Jumlah tersebut dinilai sangat aman untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Komitmen Bulog Jaga Harga dan Stok Beras

Bulog tetap menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen, sehingga petani tetap mendapatkan harga yang layak.

Dengan stok beras berkualitas medium dan kondisi cadangan yang aman, Bulog optimistis mampu menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Ke depan, Bulog NTB berkomitmen terus memaksimalkan serapan hasil panen petani. Sinergi yang sudah terbangun ini diharapkan bisa terus diperkuat demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di NTB.

Baca juga: Kecamatan Mpunda Kota Bima, Pusat UMKM yang Terus Tumbuh dan Penuh Peluang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/SUARANTBcom

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU