Desa Adat Ratenggaro (Youtube/Mario Iroth)
NTB - Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur selalu punya cara untuk bikin kamu jatuh cinta. Bukan cuma soal pantai indah, tapi juga jalur perjalanan yang terasa liar, alami, dan penuh kejutan.
Dalam perjalanan menyusuri Sumba Barat Daya hingga Sumba Timur, kamu akan menemukan kombinasi alam spektakuler, budaya Marapu yang kuat, serta keramahan warga lokal yang bikin pengalaman makin berkesan.
Baca juga: Hidden Spot Sumbawa Barat, Surga Tersembunyi yang Belum Banyak Orang Tahu
Perjalanan dimulai dari Desa Adat Ratenggaro di wilayah Kodi, Sumba Barat Daya. Dari kejauhan, atap rumah adatnya yang menjulang tinggi sudah langsung mencuri perhatian.
Bentuk menara tersebut bukan sekadar estetika, tapi simbol penghormatan kepada leluhur dalam kepercayaan Marapu.
Rumah adat di sini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, melainkan juga ruang sakral untuk berdoa dan pusat kehidupan sosial masyarakat.
Setiap sudut bangunan memiliki filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan nenek moyang.
Kamu juga bisa melihat alat musik tradisional seperti dungga serta kain tenun khas yang menjadi identitas budaya Sumba.
Melanjutkan perjalanan, kamu akan tiba di Waikuri Lagoon. Destinasi ini sempat viral di media sosial karena kejernihan airnya yang luar biasa.
Laguna air asin ini terhubung langsung dengan laut melalui celah batu karang, sehingga airnya terasa segar dan unik.
Menariknya, tiket masuk ke Waikuri sangat terjangkau. Tempat ini bukan hanya favorit wisatawan, tapi juga lokasi rekreasi warga lokal.
Kalau kamu ingin suasana lebih tenang, datanglah di hari biasa karena akhir pekan biasanya lebih ramai.
Perjalanan berlanjut melewati jalur Pantura Sumba menuju Waingapu. Kondisi jalan cukup bervariasi, mulai dari aspal mulus hingga jalur berbatu dengan lebar jalan terbatas.
Tantangan inilah yang justru membuat perjalanan terasa lebih seru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Mario Iroth