Pesantren Darunnahdlatain (Youtube/SAJADAH KYAI)
NTB - Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini dikenal lewat pesona alam seperti Gunung Rinjani dan pantainya yang eksotis.
Namun di balik keindahan alam tersebut, NTB juga menyimpan kekuatan besar di bidang pendidikan Islam. Provinsi ini memiliki ratusan pondok pesantren dengan kualitas pendidikan yang terus berkembang, bahkan beberapa di antaranya telah menorehkan prestasi hingga tingkat Asia Tenggara.
Berdasarkan data Kementerian Agama, NTB termasuk salah satu provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Berikut ini deretan pesantren terbaik di NTB yang layak kamu kenal.
Baca juga: MAN 1 Mataram, Madrasah Unggulan yang Menyatukan Ilmu, Akhlak, dan Prestasi
Pesantren Darul Muhajirin berdiri sejak tahun 1991 dan berlokasi di pusat Kota Praya, Lombok Tengah.
Dengan jumlah santri lebih dari 2.000 orang, pesantren ini menerapkan kurikulum pesantren tradisional yang dipadukan dengan pendidikan formal tingkat SMP dan SMA.
Letaknya yang strategis membuat pesantren ini mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
Berada di Desa Pancor, Lombok Timur, Pesantren Darunnahdlatain dikenal sebagai salah satu pesantren terbesar di NTB.
Jumlah santrinya mencapai lebih dari 10.000 orang. Pesantren ini juga mencatat prestasi akademik, seperti kemenangan Olimpiade Fisika tingkat provinsi, serta mendapat predikat pesantren unggulan.
Meski tergolong pesantren muda karena berdiri pada 2013, Baitul Quro’ Wal Huffazh mampu menunjukkan kualitas luar biasa.
Fokus utamanya adalah tahfidz Al-Qur’an, bahkan beberapa santri mampu menghafal hingga 30 juz. Prestasinya telah menembus tingkat Asia Tenggara, menjadikannya salah satu pesantren paling diperhitungkan di NTB.
Pesantren ini mengusung sistem pendidikan modern dengan penguatan IPTEK.
Selain pelajaran agama, santri dibekali keterampilan melalui ekstrakurikuler seperti broadcasting, komputer, berkuda, memanah, hingga pertanian modern.
Model ini membuat santri lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/SAJADAH KYAI