Taman Wisata Suranadi (Youtube/Jejak Perjalanan)
NTB - Lombok tak hanya soal pantai. Jika kamu ingin merasakan suasana alam yang sejuk, tenang, dan jauh dari hiruk pikuk kota, Taman Wisata Suranadi Lombok Barat bisa jadi pilihan tepat.
Kawasan wisata alam ini dikenal sebagai tempat camping yang asri dengan pepohonan tinggi, rumput hijau, serta jalur trekking yang tertata rapi.
Berada di Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Taman Wisata Suranadi menawarkan pengalaman menyatu dengan alam tanpa harus melakukan perjalanan ekstrem.
Cocok untuk keluarga, komunitas, maupun kamu yang ingin healing sederhana di alam terbuka.
Baca juga: Camping Seru di Pantai Ai Lemak & Snorkeling Eksotis di Pantai Sandropole Sumbawa
Daya tarik utama Taman Wisata Suranadi adalah suasana hutannya yang masih sangat alami. Pepohonan besar menjulang tinggi dan menciptakan udara sejuk sepanjang hari.
Area hutan ini juga cukup luas, sehingga pengunjung bisa menikmati ketenangan tanpa merasa sesak oleh keramaian.
Lingkungan yang asri membuat Suranadi sering dijadikan destinasi wisata edukasi alam, rekreasi santai, hingga tempat melepas penat dari rutinitas harian.
Salah satu fasilitas unggulan di Taman Wisata Suranadi adalah camping ground yang tertata rapi. Area perkemahan dipenuhi rumput hijau dengan ruang yang cukup luas untuk mendirikan tenda.
Di bagian tengah camping ground tersedia area api unggun yang bisa digunakan untuk kegiatan malam hari.
Selain itu, tersedia tower air untuk memenuhi kebutuhan air selama berkemah. Fasilitas ini membuat aktivitas camping di Suranadi tetap nyaman, bahkan untuk pemula atau keluarga yang membawa anak-anak.
Buat kamu yang suka berjalan kaki sambil menikmati alam, Taman Wisata Suranadi juga memiliki jalur trekking yang sudah diperbarui dan mudah dilalui.
Jalur ini dilengkapi dengan jembatan kecil penghubung menuju area hutan yang lebih dalam.
Trekking di Suranadi cocok untuk semua kalangan karena medannya relatif ringan, namun tetap menawarkan pemandangan hutan yang hijau dan menenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Jejak Perjalanan