INDOZONE.ID - Menjalani dan menikmati gaya hidup sehat kini bukan hanya soal apa yang ada di piring, tapi juga bagaimana kita mengelola sisa makanan.
Inilah semangat baru yang diusung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), Kota Mataram mulai menggalakkan budaya pilah sampah mandiri dari dapur-dapur penyaji makanan.
Langkah keren ini diambil sebagai respons atas kondisi darurat sampah yang dialami Mataram, menyusul adanya pembatasan pengiriman sampah ke TPA Kebon Kongok.
Baca juga: Warga NTB Tenang! Stok Beras Aman dan Listrik Dijamin Tanpa Padam Selama Libur Nataru 2026
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Mataram, Salikin, menekankan pentingnya partisipasi aktif dari pusat-pusat penyedia makanan ini.
"Karena itu, kami sudah minta sekitar 48 SPPG MBG di Kota Mataram untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri," ujar Salikin, Kamis (8/1/2026).
Mengingat satu titik SPPG bisa menghasilkan 100 hingga 300 ton sampah per hari dengan komposisi seimbang antara organik dan anorganik, DLH Mataram telah membekali para petugas dengan edukasi tiga kategori pilah:
Salikin menjelaskan bahwa jika proses ini berjalan lancar, beban lingkungan akan berkurang drastis.
"Jadi sisa sampah dari masing-masing SPPG sekitar 20-30 persen merupakan residu yang tidak bisa diolah, akan kami tangani," jelasnya.
Tidak hanya menyasar program pemerintah, tren ramah lingkungan ini juga diwajibkan bagi pelaku usaha hotel, restoran, dan katering (Horeka).
Mataram ingin memastikan bahwa kemajuan bisnis kuliner harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam.
Salikin mengungkapkan, pihak DLH pun tak main-main dalam menegakkan aturan ini. Saat ini sudah ada sekitar 48-49 SPPG yang beroperasi, dan jumlahnya diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai 100 lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara