Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 08 JANUARI 2026 • 11:53 WIB

Tren Baru Zero Waste di Dapur Sehat Mataram: Makan Bergizi, Sampah Terkendali!

Tren Baru Zero Waste di Dapur Sehat Mataram: Makan Bergizi, Sampah Terkendali!Sejumlah orang mengumpulkan sisa menu MBG di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dapat diolah menjadi pakan unggas atau maggot. (ANTARA/Nirkomala)

INDOZONE.ID - Menjalani dan menikmati gaya hidup sehat kini bukan hanya soal apa yang ada di piring, tapi juga bagaimana kita mengelola sisa makanan.

Inilah semangat baru yang diusung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), Kota Mataram mulai menggalakkan budaya pilah sampah mandiri dari dapur-dapur penyaji makanan.

Langkah keren ini diambil sebagai respons atas kondisi darurat sampah yang dialami Mataram, menyusul adanya pembatasan pengiriman sampah ke TPA Kebon Kongok. 

Baca juga: Warga NTB Tenang! Stok Beras Aman dan Listrik Dijamin Tanpa Padam Selama Libur Nataru 2026

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Mataram, Salikin, menekankan pentingnya partisipasi aktif dari pusat-pusat penyedia makanan ini.

"Karena itu, kami sudah minta sekitar 48 SPPG MBG di Kota Mataram untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri," ujar Salikin, Kamis (8/1/2026).

Kelola Sampah, Ciptakan Peluang

Mengingat satu titik SPPG bisa menghasilkan 100 hingga 300 ton sampah per hari dengan komposisi seimbang antara organik dan anorganik, DLH Mataram telah membekali para petugas dengan edukasi tiga kategori pilah:

  1. Sisa Makanan & Sayur: Diarahkan untuk bekerja sama dengan peternak unggas, babi, atau budidaya maggot agar tidak terbuang sia-sia.
  2. Sampah Bernilai Ekonomis: Botol plastik dan kardus bekas diarahkan ke bank sampah atau pengepul agar bisa dikonversi menjadi rupiah.
  3. Residu: Sampah yang benar-benar tidak bisa diolah kembali.

Salikin menjelaskan bahwa jika proses ini berjalan lancar, beban lingkungan akan berkurang drastis. 

"Jadi sisa sampah dari masing-masing SPPG sekitar 20-30 persen merupakan residu yang tidak bisa diolah, akan kami tangani," jelasnya.

Komitmen Hijau untuk Pelaku Usaha

Tidak hanya menyasar program pemerintah, tren ramah lingkungan ini juga diwajibkan bagi pelaku usaha hotel, restoran, dan katering (Horeka). 

Baca juga: Bahlil Lahadalia Menegaskan: Penambangan Emas Ilegal di Mandalika Harus Ditindak Secara Hukum Tanpa Ada Toleransi

Mataram ingin memastikan bahwa kemajuan bisnis kuliner harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam.

Salikin mengungkapkan, pihak DLH pun tak main-main dalam menegakkan aturan ini. Saat ini sudah ada sekitar 48-49 SPPG yang beroperasi, dan jumlahnya diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai 100 lokasi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tren Baru Zero Waste di Dapur Sehat Mataram: Makan Bergizi, Sampah Terkendali!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!